SKK Migas Minta Pengusaha Tak PHK Karyawan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 03 Mei 2020 22:00 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto
Foto: Dok. SKK Migas
Jakarta -

Industri migas terkena dampak virus Corona dengan rendahnya harga minyak dunia. Terkait kondisi ini, SKK Migas meminta agar industri tetap mempertahankan kegiatan operasi dan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk menjaga kelangsungan industri di tahun-tahun selanjutnya.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pencapaian target APBN di kuartal pertama cukup baik. Namun, ke depan yang lebih diutamakan adalah bagaimana caranya supaya tidak ada kegiatan yang terhenti dan tidak ada PHK.

"Di tengah wabah COVID-19 dan penurunan harga minyak seperti saat ini, SKK Migas terus berkoordinasi dengan KKKS agar target tahun 2020 dapat dioptimalkan. Ini dilakukan supaya penerimaan negara dari hulu migas tetap dapat optimal dan dapat mendukung anggaran negara di tengah upaya penanggulangan wabah COVID-19 yang membutuhkan anggaran sangat besar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2020).

Ia menambahkan, dengan mempertahankan operasi hulu migas termasuk pada berbagai program pengeboran, pemeliharaan, dan operasional lainnya maka sektor ini diharapkan dapat terus menggerakkan ekonomi nasional, menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah dan industri penunjang. Serta, menjaga ketersediaan lapangan kerja.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan sampai saat ini komitmen KKKS untuk mencapai target produksi masih terjaga. Dari data kuartal 1 tahun 2020 menunjukkan bahwa, untuk produksi minyak 7 (kontraktor kontrak kerja sama ) KKKS melebihi target APBN dan 8 KKKS melampaui target teknis dalam WP&B 2020.

Sedangkan untuk penyaluran gas 5 KKKS mampu melebihi target APBN dan 12 KKKS melebihi target teknis WP&B 2020.

"Ini tentunya merupakan capaian yang patut diapresiasi, untuk kegiatan operasional yang mampu menciptakan terobosan dan inovasi dapat menjadi benchmark bagi KKKS lainnya, sehingga dapat melakukan continual improvement pada triwulan kedua sampai akhir tahun 2020 sehingga target sampai akhir tahun diharapkan dapat tercapai," ujar Julius.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)