Harga BBM Belum Juga Turun, Ini Hitung-hitungan Pemerintah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 04 Mei 2020 18:15 WIB
Komisi VII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif. Salah satu hal yang dibahas dalam rapat ituadalah wacana kenaikan harga elpiji 3 kg.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Pemerintah belum menurunkan harga BBM hingga saat ini. Padahal, harga minyak mentah sudah anjlok. Bagaimana perhitungan pemerintah?

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, harga BBM sendiri terbagi berdasarkan jenisnya yakni Jenis BBM Tertentu (JBT) yakni solar, Jenis BBM Khusus Penugasan yakni Premium, dan Jenis BBM Umum (JBU) yakni BBM non subsidi atau komersial.

"Kita memang kalau JBU umum kita tetapkan batas atas. Kalau JBT subsidi Rp 1.000, yang Premium berdasarkan fluktuasi harga minyak jumlah besaran selisihnya dikompensasi pemerintah," jelasnya dalam rapat dengan Komisi VII, Senin (4/5/2020).

Kemudian dalam perhitungan harga BBM berlaku formula, di mana di dalamnya memuat Mean Of Platts Singapore (MOPS), konstanta hingga margin.

"Kita memang memiliki formula MOPS plus konstanta, kita lihat konstanta berdasarkan komponen-komponen distribusi, kemudian biaya penyimpanan kemudian juga ada margin," ujarnya.

Arifin bilang, yang terjadi saat ini ialah MOPS di bawah harga minyak mentah (crude). Padahal, MOPS memuat crude dan ongkos refining.

"Yang sekarang terjadi MOPS ini di bawah harga crude. Padahal MOPS itu adalah crude plus ongkos refining. Jadi memang kalau diberlakukan ini harga BBM yang berlaku pasti akan meluncur ke bawah. Sesuatu yang anomali makanya yang kita balance dengan konstanta untuk stabilkan harga BBM," ujarnya.

Dia pun menuturkan, harga BBM dipertahankan karena tahun ini harganya sudah diturunkan dua kali tahun ini. Sementara, volume penjualan BBM merosot tajam.

"Kenapa kita pertahankan tadi kami sampaikan di tahun ini kami telah menurunkan dua kali harga BBM dan penyerapan sangat jauh, di atas 90% market share di Indonesia itu Pertamina di mana 53% itu mengandung subsidi dan kompensasi," terangnya.

Saat disinggung apakah pemerintah akan menurunkan harga BBM, Arifin menuturkan masih melihat perkembangan harga minyak dunia.

"Masih mencermati perkembangan daripada harga minyak internasional karena periode Mei ini adalah periode di mana OPEC sudah memberlakukan pemotongan produksi hariannya tadi kami sampaikan hampir kurang lebih 10 juta barel per hari. Tapi kemarin juga ada berita Rusia belum turun-turun," jelasnya.



Simak Video "Rekaman CCTV Pemotor Tak Bayar Usai Isi BBM, Malah Ngeloyor Pergi"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)