Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Mei 2020 18:30 WIB

Kok Harga BBM Nggak Turun-turun Ya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
perbandingan harga bbm pertamina shell total pertamax Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Harga BBM belum turun hingga saat ini. Padahal, harga minyak dunia saat ini rendah terdampak virus Corona, bahkan sempat minus.

Hal itu pun menimbulkan pertanyaan, kok harga BBM tak kunjung turun.

Saat rapat dengan Komisi VII kemarin (4/5/2020), Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, harga BBM sendiri terbagi berdasarkan jenisnya yakni Jenis BBM Tertentu (JBT) yakni solar, Jenis BBM Khusus Penugasan yakni Premium, dan Jenis BBM Umum (JBU) yakni BBM non subsidi atau komersial.

"Kita memang kalau JBU umum kita tetapkan batas atas. Kalau JBT subsidi Rp 1.000, yang Premium berdasarkan fluktuasi harga minyak jumlah besaran selisihnya dikompensasi pemerintah," jelasnya.

Kemudian dalam perhitungan harga BBM berlaku formula, di mana di dalamnya memuat Mean Of Platts Singapore (MOPS), konstanta hingga margin.

"Kita memang memiliki formula MOPS plus konstanta, kita lihat konstanta berdasarkan komponen-komponen distribusi, kemudian biaya penyimpanan kemudian juga ada margin," ujarnya.

Arifin bilang, yang terjadi saat ini ialah MOPS di bawah harga minyak mentah (crude). Padahal, MOPS memuat crude dan ongkos refining.

"Yang sekarang terjadi MOPS ini di bawah harga crude. Padahal MOPS itu adalah crude plus ongkos refining. Jadi memang kalau diberlakukan ini harga BBM yang berlaku pasti akan meluncur ke bawah. Sesuatu yang anomali makanya yang kita balance dengan konstanta untuk stabilkan harga BBM," ujarnya.

Dia pun menuturkan, harga BBM dipertahankan karena tahun ini harganya sudah diturunkan dua kali. Sementara, volume penjualan BBM merosot tajam.

"Kenapa kita pertahankan tadi kami sampaikan di tahun ini kami telah menurunkan dua kali harga BBM dan penyerapan sangat jauh, di atas 90% market share di Indonesia itu Pertamina di mana 53% itu mengandung subsidi dan kompensasi," terangnya.

Saat disinggung apakah pemerintah akan menurunkan harga BBM, kembali Arifin menuturkan masih melihat perkembangan harga minyak dunia.

"Masih mencermati perkembangan daripada harga minyak internasional karena periode Mei ini adalah periode di mana OPEC sudah memberlakukan pemotongan produksi hariannya tadi kami sampaikan hampir kurang lebih 10 juta barel per hari. Tapi kemarin juga ada berita Rusia belum turun-turun," jelasnya.



Simak Video "Gegara Corona, Penjualan Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com