PLN Akui Tak Semua Meteran Dicek Petugas saat PSBB

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 06 Mei 2020 17:19 WIB
Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, menjadi salah satu kawasan yang cukup parah terendam banjir. Hari ini petugas PLN memeriksa instalasi listrik di rumah warga.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT PLN (Persero) mengakui adanya perubahan perhitungan tagihan listrik selama pandemi virus Corona (COVID-19). Tidak semua tagihan listrik dilakukan berdasarkan perhitungan meteran pelanggan.

"Ada fakta memang terjadi banyak kenaikan, didasarkan benar bahwa di tengah penerapan protokol COVID-19, ada perubahan mekanisme sedikit modifikasi," kata Executive Vice President Corporate Communication PLN, I Made Suprateka melalui telekonferensi, Rabu (6/5/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President (EVP) Quality Assurance Produk dan Layanan, Hikmat Dradjat menjelaskan selama ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pihaknya melakukan pencatatan konsumsi listrik hanya berdasarkan rata-rata.

"Artinya tidak dicatat oleh petugas meter, tidak juga pelanggan mengirim stand meter. Maka kami lakukan pencatatan secara rata-rata," ucapnya.

Atau pelanggan mengirim sendiri stand meternya melalui online. Cara ini sedang didorong PLN untuk pembayaran tagihan listrik di bulan Mei. Perhitungan menggunakan metode ini masih sangat sedikit yakni di bawah 1% pelanggan yang inisiatif mengirim.

Sedangkan pencatatan meteran secara langsung yang biasanya dilakukan oleh petugas PLN secara door to door, saat ini dibatasi.

"Ada yang masih menerapkan, ada yang sudah tidak menerapkan. Jadi tetap ada metode pencatatan manual oleh petugas meter. Di atas 50% masih menggunakan catat manual," imbuhnya.



Simak Video "Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik Hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)