DPR Sahkan Aturan Minerba, Apa Kata Pengusaha?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2020 22:30 WIB
Harga batu bara belum beranjak jauh dari level terendahnya. Selasa (3/11) harga batubara kontrak pengiriman Desember 2015 di ICE Futures Exchange bergerak flat dibanding sehari sebelumnya di US$ 53,15 per metrik ton. Rachman Haryanto/detikcom.
Pengangkutan batu bara/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (RUU Minerba) telah resmi menjadi undang-undang (UU). Apa respons pengusaha?

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia menyambut baik adanya keputusan tersebut. Menurutnya, UU baru itu dapat memberikan jaminan kepastian hukum dan kepastian investasi jangka panjang.

"Secara umum saya kira UU ini sudah cukup positif diperspektif pelaku usaha. UU ini lebih memberikan jaminan kepastian hukum dan kepastian investasi jangka panjang," kata Hendra kepada detikcom, Selasa (12/5/2020).

Salah satu jaminan yang dimaksud adalah pemegang Kontrak Karya (KK) dan PKP2B akan memperoleh perpanjangan menjadi Izin usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tanpa melalui proses lelang. Bahkan, kewenangan perizinan pertambangan kini dikendalikan oleh pemerintah pusat.

"Jadi lebih menegaskan saja komitmen pemerintah bahwa pemegang KK, PKB2B dapat kepastian untuk berinvestasi jangka panjang," ucapnya.


Dengan disahkan UU ini bertepatan dengan pandemi virus Corona, Hendra berharap dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan investasi.

"Khususnya di masa pandemi ini jadi pengusaha-pengusaha ada kepastian, sudah tahu izinnya akan diperpanjang," ujarnya.

Bagaimana dengan sanksi hukum? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "103 Orang Ditemukan Tewas dalam Longsoran Tambang Giok di Myanmar"
[Gambas:Video 20detik]