Indonesia-AS Kerja Bareng Garap Proyek Methanol Rp 30 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 15 Mei 2020 13:38 WIB
Harga batu bara belum beranjak jauh dari level terendahnya. Selasa (3/11) harga batubara kontrak pengiriman Desember 2015 di ICE Futures Exchange bergerak flat dibanding sehari sebelumnya di US$ 53,15 per metrik ton. Rachman Haryanto/detikcom.
Pengangkutan batu bara/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bakrie Capital Indonesia anggota dari Bakrie Group, bersama PT Ithaca Resources menandatangani perjanjian kerja sama proyek Coal to Methanol (CTM) dengan perusahaan kimia internasional Amerika Serikat Air Products and Chemicals Inc.

Tak tanggung-tanggung nilai investasi untuk proyek ini mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun (dalam kurs Rp 15 ribu/US$). Proyek ini merupakan salah satu upaya hilirisasi sumber daya batu bara di Indonesia dalam hal ini diubah menjadi metanol.

Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan proyek ini mampu mengurangi defisit transaksi berjalan Indonesia, pasalnya metanol merupakan produk yang masih sering diimpor. Hal ini juga bisa menjadi sumber devisa negara.

"Pak Menko gembira mengetahui bahwa proyek ini dapat mengurangi defisit transaksi berjalan Indonesia, dan berpotensi menjadi sumber devisa negara. Ini sejalan dengan harapan pemerintah yang terus mendorong produksi nasional dalam berbagai bidang," ujar Jodi dalam keterangan tertulis, Kamis (14/05/2020).

Proyek ini menjadi upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor metanol. Komoditas ini sendiri cukup strategis bagi Indonesia. Terlebih lagi metanol disebut bisa digunakan menjadi salah satu bahan baku dalam mendukung implementasi program biodiesel.

Air Products sendiri juga sudah melakukan proyek gasifikasi batu bara di Indonesia. Batu bara akan diubah menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl Ether (DME).

DME ini dapat digunakan sebagai bahan baku LPG, sehingga diharapkan dapat mengurangi impor gas untuk LPG. Proses produk hilir dari gas ini juga bisa dijadikan amonia hingga pupuk.

"Perkembangan teknologi yang terus berjalan dan komitmen pemerintah untuk terus mendorong adanya nilai tambah. Diharapkan pula akan terus meningkatkan lapangan kerja dan akan sangat membutuhkan tenaga kerja lokal dalam tahap pembangunan dan operasional nantinya," ujar Jodi.

Selama ini, pemanfaatan batu bara hanya dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembangkit listrik, yang memiliki dampak pada polusi. Namun, dengan penggunaan teknologi pemanfaatan batu bara diharapkan dapat menjadi lebih rendah emisi dan tepat guna.

"Transfer teknologi dari investor ke perusahaan Indonesia tentu akan saling menguntungkan kedua belah pihak," kata Jodi.

Food



Simak Video "Ledakan di Permukiman AS, Rumah Rata dengan Tanah"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)