Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Mei 2020 17:35 WIB

Pertamina Belum Turunkan Harga BBM, Ekonom: Menjarah!

Anisa Indraini - detikFinance
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015). Pada Jumat (24/7/2015) mendatang, SPBU ini siap menjual Pertalite RON 90.  Hasan Al Habshy/detikcom. Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Ekonom dari Institute Development Ekonomi and Finance (INDEF), Didik J Rachbini mengkritik Pertamina yang belum juga menurunkan harga bensin. Padahal kondisinya grafik harga minyak dunia terus terkoreksi ke arah negatif.

"Kondisi dunia dimana harga minyak jatuh dan turun karena tidak ada yang beli," kata Didik dalam diskusi virtual bersama LP3ES, Senin (18/5/2020).

Jika sebelumnya Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut rakyat sedekah kepada Pertamina, Didik menyebut Pertamina telah menjarah masyarakat.

"Kalau Pak Dahlan bilang sedekah. Ini bisa dikritik menjarah ya, tapi Pak Dahlan mengatakan sodakoh," ucapnya.

'Uang jarahan' dari hasil penjualan BBM yang masih tinggi disebut harus dikembalikan ke masyarakat. Pengalokasiannya bisa dimanfaatkan dalam rangka penanganan pandemi COVID-19.

"Pertamina harus mengembalikan dana publik yang membayar harga bensin yang sangat mahal. Harusnya tidak mengambil ya," tegasnya.

"Ini bisa dibicarakan dengan DPR, surplus itu ada yang memperkirakan hampir Rp 200 triliun. Itu bisa dipakai untuk alokasi kepada masalah sekarang," tambahnya.



Simak Video "Gegara Corona, Penjualan Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com