Pasokan LPG di Banyumas Jelang Lebaran Dipastikan Aman

Arbi Anugrah - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2020 16:44 WIB
Pasokan LPG di Banyumas
Foto: Dok. PT Pertamina (Persero)
Banyumas -

Menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) IV, memastikan ketersediaan dan penyaluran LPG di wilayah Banyumas aman dan cukup. Menurut Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah, mengatakan jika Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi sebesar 2% selama Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

"Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di Banyumas berkisar di angka 159 MT (Metric Ton) dan akan naik menjadi 163 MT. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019 yang berkisar di angka 160 MT per hari," kata Johan dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Selasa (19/5/2020).

Dia mengatakan, untuk stok LPG yang berada di Fuel Terminal Pertamina saat ini dalam kondisi aman sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat hari raya nanti.

Untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan permintaan LPG khususnya ukuran 3 kg bersubsidi (PSO), Pertamina menghimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh pada aturan yang telah ditetapkan dan tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan LPG.

"Jika nantinya terjadi lonjakan permintaan LPG 3 kg bersubsidi, maka Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan berkoordinasi untuk mengalokasikan pasokan tambahan dengan tidak mengurangi jumlah kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat," jelasnya.


Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu. Pertamina berharap kepada masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang baik dapat menggunakan LPG non subsidi yaitu varian bright gas.

Saat ini di wilayah Banyumas, Pertamina memiliki lebih dari 1.136 pangkalan LPG. Harga Eceran Tertinggi LPG 3 kilogram bersubsidi per tabung sesuai aturan Pemerintah daerah adalah sebesar Rp 15.500,-. Harga tersebut diperuntukkan bagi agen dan pangkalan yang berada di wilayah dalam radius penyaluran Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE).

Sedangkan wilayah yang berada jauh dari SPPBE akan ditambah dengan ongkos distribusi namun tidak lebih dari Rp 17.000,- per tabung. Bila terdapat pangkalan Pertamina yang menjual di atas harga HET maka konsumen dapat melaporkannya ke aparat setempat atau melalui kontak Pertamina 135.

Klik halaman selanjutnya.



Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Pertamina (Persero) senantiasa akan memenuhi kebutuhan BBM dan LPG kepada masyarakat. Di saat pandemi Covid-19 ini, Pertamina telah memiliki layanan pesan antar atau delivery service untuk memudahkan masyarakat mendapatkan produk BBM dan LPG. Konsumen dapat menghubungi kontak Pertamina 135 untuk memesan produk BBM seperti Pertamax series dan LPG bright gas.

"Kontak 135 juga kami sediakan bagi konsumen yang ingin memberikan masukan dan saran kepada Pertamina agar kami dapat memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan," jelasnya.

Dia menjelaskan, selain memastikan stok LPG di wilayah Banyumas aman, Pertamina MOR IV juga memonitor penyaluran BBM kepada konsumen di Jawa Tengah, meskipun terjadi penurunan permintaan ditahun 2020 dikarenakan dampak pandemi COVID-19.

"Pada tahun 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) meningkat 26% dari rataan harian normal 12.000 Kiloliter menjadi 15.000 KL. Namun, pada tahun ini perkiraan rataan harian saat Ramadhan dan Idul Fitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 9.800 KL atau turun hampir 40%," jelas Johan.

Untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series), lanjut dia juga mengalami penurunan dari tahun lalu, yaitu pada tahun 2019 rata-rata di bulan Ramadhan konsumsi berkisar di angka 5.800 KL per hari namun di tahun ini berkisar di angka 5.000 KL atau turun 14%.


Pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina melalui Marketing Operation Region IV diantaranya dengan menyiagakan satgas RAFICO Pertamina hingga akhir Juni 2020 nanti. Namun, jika dampak pandemi COVID-19 ini berlanjut hingga melewati bulan Juni, makabukan tidak mungkin satgas RAFICO Pertamina dilanjutkan hingga pandemi berakhir.

Dia menambahkan, tetap berlakunya larangan mudik untuk masyarakat umum, juga membuat Pertamina tidak membuka titik-titik SPBU modular di jalan tol Trans Jawa. Namun demikian, stok BBM di 7 titik SPBU regular yang berada di Jalur Tol Trans Jawa (wilayah MOR IV) tetap disiagakan dan dalam jumlah yang cukup.

Adapun ketujuh titik SPBU regular tol Trans Jawa yang berada di wilayah MOR IV yaitu SPBU Jalur A arah ke Surabaya di KM. 379, 429 dan 519 serta SPBU jalur B ke Jakarta yaitu di KM. 260, 360, 389 dan 519.



Simak Video "Ahok: Siapapun Korupsi di Pertamina, Kami Lacak Anda!"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)