Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 23 Mei 2020 13:30 WIB

Freeport: Karyawan yang Meninggal karena Corona Ada Penyakit Kronis

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama rombongan mengecek area Freeport di Tembagapura, Timika, Papua. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Seorang karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) meninggal terjangkit virus Corona (COVID-19) pada Jumat (22/5) kemarin. Menurut keterangan dari Manager External Communications Corporate Communications PTFI Kerry Yarangga, karyawa, tersebut punya riwayat penyakit kronis.

Selain itu, karyawan tersebut sudah lanjut usia (lansia). "(Karyawan) yang bersangkutan (meninggal karena Corona) ada penyakit kronis, jadi sudah usia lanjut 69 tahun. Jadi memang sulit rasanya. Ini kita kan sama-sama tahu rentan bagi usia yang lebih tua dan punya penyakit lain," kata Kerry kepada detikcom, Sabtu (23/5/2020).

Kerry mengungkapkan, karyawan tersebut sudah dirawat selama 1 minggu lebih, namun tak dapat terselamatkan.

"Yang meninggal adalah karyawan kontraktor. Usianya 69 tahun, sudah 1 minggu lebih tim medis kita menangani dengan serius, tapi sayang Tuhan berkehendak lain," ungkapnya.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19 Kabupaten Mimika, kini karyawan Freeport yang meninggal karena Corona menjadi 2 orang.

Secara keseluruhan, terdapat 115 kasus positif Corona di tambang PTFI. Dari angka tersebut, 6 di antaranya dirawat di RS PTFI, 1 orang dirawat di RS rujukan Corona di Kota Timika, dan 57 dirawat di fasilitas isolasi atau barak PTFI, serta 49 lainnya dinyatakan sembuh dari Corona.

Jumlah karyawan Freeport sendiri, dan juga kontraktor yang mendukung operasional perusahaan mencapai lebih dari 24.000 orang. Namun sejak diberlakukannya penghentian perjalanan ke dan dari Tembagapura pada 25 Maret lalu, jumlah karyawan yang bekerja tercatat sekitar 15.000 orang.

Dari jumlah tersebut perusahaan mengurangi tingkat kepadatan pekerja di area dataran tinggi (Tembagapura), dan memperkuat protokol penjagaan jarak fisik serta mengelola rotasi karyawan selama periode pembatasan perjalanan dan persyaratan-persyaratan pengujian kesehatan.

Sejumlah karyawan dipindahkan dari lokasi kerja di dataran tinggi ke dataran rendah (Kuala Kencana dan Timika) guna mengurangi tingkat kepadatan di area tersebut. Personil esensial akan tetap berada di dataran tinggi. Rotasi kerja baru yang aman dan efisien sedang disusun dan dipersiapkan sesuai dengan panduan manajemen risiko.



Simak Video "Suasana Saat Penembakan di PT Freeport, 1 WNA Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com