Tagihan Listrik 4,3 Juta Pelanggan PLN Bengkak, Ini Datanya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 08 Jun 2020 22:16 WIB
Petugas PLN Distribusi Jakarta Raya, Area Bulungan, tengah melakukan pemeriksaan tegangan pada alat pembatas dan pengukur di rumah pelanggan R1. 900 VA, di daerah Gandaria Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
Pemerintah telah memutuskan untuk tetap memberikan subsidi listrik kepada seluruh pelanggan PLN dengan daya 450 VA. Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT PLN (Persero) telah mencatat pelanggan yang tagihan listriknya mengalami lonjakan. Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mencatat, pelanggan yang tagihan listriknya naik di atas 20% sebanyak 4,3 juta pelanggan.

"Lonjakan tagihan listrik ini kita punya data di bulan Mei total kenaikan ada 4,3 juta kalau terhadap jumlah pelanggan pascabayar 34,5 juta maka sekitar 1/7," kata Yuddy dalam sebuah diskusi webinar bertajuk tagihan listrik naik selama pandemi, di Jakarta Senin (8/6/2020).

Kemudian, ada pelanggan yang kenaikan di atas 200%. Jumlahnya, kata dia, 6% dari 4,3 juta pelanggan yang tagihan listriknya naik di atas 20%.

"Yang naik di atas 200% dari data kami hanya sekitar 6% dari yang naik di atas 20%. Dari 4,3 juta hanya 6%," ujar Yuddy.

Yuddy menuturkan, terbanyak ialah pelanggan yang mengalami lonjakan antara 20 sampai 50%.

"Terbanyak antara 20-50% yaitu sebanyak 2,4 juta, di bawah 50%," tutur Yuddy.

Penyebab tagihan listrik PLN tiba-tiba bengkak. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2