Pemerintah Izinkan Chevron Ngebor di Blok Rokan Sampai 2021

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2020 10:41 WIB
Chevron Pangkas Jumlah karyawan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pemerintah tidak ingin kejadian yang sama di Blok Mahakam terjadi di peralihan Blok Rokan. Oleh karena itu Chevron Pacific Indonesia (CPI) akan dipersilahkan beroperasi di Blok Rokan hingga masa kontrak habis di Agustus 2021.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tak ingin produksi di Blok Rokan turun saat masa transisi. Setidaknya hal itu terjadi di Blok Mahakam ketika Pertamina ambil alih, produksi turun drastis.

"Nah kita berusaha mencegah hal itu, dengan cara negosiasi dengan Chevron, dan akhirnya kami sudah hampir mendapat kesempatan di mana chevron bisa terus berinvestasi sampai Agustus 2021 nanti, tetapi mereka mau mengeluarkan capital dengan bunga 0% untuk menjaga tingkat produktivitas di Rokan," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (10/6/2020).

Purbaya mengaku, koordinasi antar kementerian sudah dilakukan untuk memutuskan masa transisi Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina. Kemungkinan besar pemerintah akan menanggung biaya pengeboran Chevron dalam masa transisi melalui cost recovery.

"Besok kami diskusi lagi dengan chevron harusnya hari Kamis di rapat tingkat menteri sudah bisa diambil keputusannya, dalam artian Chevron bisa lagi melakukan drilling dan cost-nya di-cover oleh pemerintah dalam bentuk nanti cost recovery. Yang penting adalah kita harus menjaga level produksinya, jangan sampai turun lagi," tambahnya.

Dengan begitu, Chevron bisa mengoperasikan 2-3 rig, dan bisa terus meningkat sampai 5 rig hingga Agustus 2021 nanti, sehingga produksi di sana bisa tidak turun terlalu dalam.

Purbaya yakin setelah masa transisi selesai dan Pertamina mengambil alih produksi masih bisa ditingkatkan lagi. Sebab Pertamina akan investasi di pengeboran eksplorasi maupun eksploitasi.

"Jadi rencana pemerintah untuk Blok Rokan sangat clear dan jelas, hanya tinggal waktu sampai kita meningkatkan lagi produksi di sana," tutupnya.



Simak Video "Saksikan Blak-blakan Jonan: Pertamina Rebut Blok Rokan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)