Kantor Luhut Mulai Investigasi Lonjakan Tagihan Listrik Pekan Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 08:30 WIB
Menyambut lebaran Idul Fitri 1438H, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberi diskon hingga 50 persen untuk penyambungan tambah daya dan baru.
Foto: Ari Saputra

Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) pekan ini mulai melakukan investigasi atas aduan masyarakat yang mengeluhkan tagihan listrik membengkak.

Belakangan ini masyarakat memang dibuat gaduh dengan tagihan listriknya yang lebih tinggi dari biasanya. Menyikapi itu, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan minggu depan mulai dilakukan investigasi.

"Baru minggu depan mulai investigasi," kata dia kepada detikcom melalui pesan singkat, Minggu (14/6/2020).

Mulai Senin 15 Juni ini, dia menjelaskan pihaknya akan mulai bergerak dengan melakukan konsolidasi terhadap data pengaduan yang masuk.

Lanjut dia, hari berikutnya, tim dari Kemenko Marves akan melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan dilanjutkan ke pihak PT PLN (Persero).

"Senin konsolidasi data pengaduan, Selasa kita akan check dengan Dirjen Kelistrikan, dan mulai komunikasi dengan PLN, termasuk meminta record meteran pengadu yang masuk," tambahnya.

Purbaya pada kesempatan sebelumnya mendapatkan informasi dari PLN mengenai penyebab adanya lonjakan tagihan listrik yang dialami pelanggan.
Meski begitu, dia menekankan, kementerian yang dikomandoi Luhut Binsar Pandjaitan tersebut akan melakukan investigasi dengan mengirimkan tim.


(toy/eds)