Mau Gulingkan Nicholas Maduro, AS 'Jegal' Ekspor Minyak Venezuela

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2020 09:27 WIB
Presiden Maduro tak bisa pastikan perang sipil tidak akan landa Venezuela
Foto: BBC World
Jakarta -

Ekspor minyak Venezuela anjlok hampir 28% pada paruh pertama Juni atau terendah dalam 70 tahun. Anjloknya ekspor karena pemilik dan operator tanker menunda kontrak untuk mengangkut minyak mentah.

Mengutip Reuters, Rabu (17/6/2020), perusahaan pelayaran sedang menghindari Venezuela. Sebab, Amerika Serikat (AS) telah memasukkan empat kapal serta pemiliknya ke dalam daftar hitam karena mengangkut minyak mentah di negara itu.

Beberapa pengirim telah mengalihkan tanker dari perairan Venezuela dalam menghadapi upaya AS yang semakin agresif untuk mengisolasi dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dengan menekan pendapatan minyak yang mendanai pemerintahnya.

Perusahaan minyak negara PDVSA dan mitra-mitranya telah mengekspor tujuh kargo minyak mentah dan bahan bakar sejauh ini pada Juni ke pelanggan lama termasuk Eni Italia Repsol Spanyol dan Cubametales yang dikelola pemerintah Kuba. Demikian menurut dokumen internal perusahaan dan data Refinitiv Eikon.

"Itu rata-rata 325.000 barel per hari (bph), turun dari level terendah 17 tahun 452.000 bph pada Mei," demikian laporan Reuters.

Pada awal 2019 atau sebelum sanksi, Venezuela mengekspor sekitar 1,4 juta barel per hari menurut data Eikon. Negara tidak lagi menerbitkan data bulanan tentang produksi atau ekspor.

Pada Senin, PDVSA dan operator kapal telah membatalkan lima kargo lain yang dijadwalkan dimuat bulan ini, menurut dokumen perusahaan. Penurunan ekspor telah memaksa PDVSA untuk memangkas produksi karena penyimpanan penuh.



Simak Video "Venezuela Ogah Belajar Demokrasi dari Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)