Bicara Proyek Kilang Pertamina, Dahlan Iskan: Ada Malaikat, Jin dan Setan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 21 Jun 2020 14:10 WIB
Mantan Dirut PLN yang juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dahlan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu listrik di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2011-2013. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) tengah menjalankan proyek pembangunan 3 kilang besar yang berada di Balikpapan, Cilacap dan Tuban. Ketiga proyek itu membutuhkan dana yang sangat besar.

Melalui web pribadinya, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut berkomentar. Dalam tulisannya bertajuk 'Ledakan Momentum', dia membuka dengan pujian Pertamina yang tetap melanjutkan proyek tersebut.

"Saya mendukung langkah ini: Pertamina jalan terus saja. Dua investor asing memang sudah mundur untuk dua proyek kilang besar. Tapi bukan berarti proyek harus macet. Saya salut. Proyek kilang besar Pertamina ternyata tidak dihentikan. Khususnya yang di Balikpapan dan Cilacap. Dan juga Tuban. Hanya yang Bontang saya belum tahu," tuturnya dilansir dari disway.id, Minggu (21/6/2020).

Meskipun dan yang dibutuhkan untuk menggarap tidak proyek raksasa itu sangat besar. Nilainya mencapai sekitar Rp 450 triliun.

Dahlan yakin Pertamina tidak memiliki uang nganggur sebanyak itu. Tapi dia yakin Pertamina punya cara sendiri untuk menjalankan proyek itu tanpa harus memiliki uang sebanyak itu.

Dia menduga Pertamina menggunakan ilmu seperti yang digunakan pengusaha real estate. Ketika ada pembangunan perusahaan senilai Rp 100 triliun, saat memulai proyek pengusaha tersebut pasti hanya memegang uang secuil dari nilai proyek tersebut.

Pertamina memiliki nama yang besar. Dengan nama besar itu kontraktor hingga pemasok rela antre demi mendapatkan proyek dari Pertamina. Meskipun pembayarannya bisa kapan-kapan.

Liga Inggris

Selanjutnya
Halaman
1 2