Ada 'Harta Karun' di Timah RI, Ini Instruksi Luhut ke Gubernur Babel

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 17:48 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan agar memanfaatkan industri pertambangan. Menurutnya, Bangka Belitung merupakan kepulauan yang kaya akan produksi tambang timah.

"Jadi saya kira Pak Gubernur, daerah Anda itu kaya. Sekarang manfaatkan fasilitas online ini jadi saya minta supaya betul-betul Pak Gubernur proaktif untuk bekerja. Kami akan membantu trainingnya, nanti kementerian terkait akan bisa bersama-sama Pak Gubernur," kata Luhut dalam webinar 'Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia', Selasa (23/6/2020).

Luhut menyebut timah mengandung rare earth atau logam tanah jarang yang sedang menjadi incaran di dunia. Dia menyebut rare earth merupakan komoditas mineral hasil ekstrak tin atau timah, untuk kemudian bisa disulap sebagai campuran kebutuhan pembuatan magnet, elektronik, hingga senjata.


"Timah di Bangka Belitung itu baru saya bicara kemarin di parlemen mengandung rare earth. Rare earth itu sekarang bisa di ekstrak dari timah, nah itu rare eart ini sekarang menjadi incaran di dunia," ungkapnya.

Sebelumnya, Erzaldi mengatakan akan terus mengembangkan beberapa produk pertambangan. Namun dirinya menyayangkan tidak bisa bekerja sama dengan PT Timah Tbk.

"Karena ini kerja sama Sinomax dari China dengan perusahaan lokal yang kita minta untuk kerja sama dengan Sinomax ini. Sehingga nanti ada produk hilirisasi dari timah yang akan keluar atau diproduksi dari pulau Bangka Belitung," ucapnya dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Luhut Mau Turis 'Berdompet Tebal' yang Datang ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)