Biang Debat Panas Berujung Bos Holding Tambang Diusir dari Rapat DPR

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 21:30 WIB
Petugas membersihkan kolan, gedung dan tempat lain di sekitar gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/12). Pembersihan dilakukan disaat anggota dewan tengah reses.
Gedung DPR (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Rapat Komisi VII dan Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND) atau PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak panas. Bahkan, seorang anggota sempat mengusir Orias dari ruangan rapat.

Panasnya rapat ini disebabkan oleh Anggota Komisi VII Muhammad Nasir meminta penjelasan terkait pelunasan utang Inalum dari penerbitan obligasi, di mana obligasi itu untuk akuisisi PT Freeport Indonesia.

Orias menjawab jika obligasi itu ada beberapa dengan jatuh tempo paling lama 30 tahun.

"Jadi sampai 30 tahun kalau perusahaan lancar baru selesai kalau kita mati tak selesai nih barang nanti, ganti dirut lain, lain lagi polanya. Makanya itu yang saya pertanyakan kepentingan mengalihkan Freeport sebenarnya kepentingan politik," kata Nasir di Komisi VII, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Nasir memberi catatan, kunci utang ialah jika pembayaran lancar, bagus. Jika tidak, barang disita. Ia juga menduga anak perusahaan di bawah holding tambang menopang utang ini. Sebab itu, ia minta data detilnya.

"Makanya saya minta data detilnya mana?" tanya Nasir.

Orias menjawab akan disampaikan. Tapi, Nasir tak puas. Ia tak ingin kejadian ini terulang lagi. Ia menegaskan, jika itu terulang maka ia menyuruh keluar ruangan rapat.

"Kalau bapak sekali lagi gini saya suruh bapak ruangan ini," kata Nasir.

"Kalau bapak suruh keluar, izin pimpinann saya keluar," timpal Orias.

Nada Nasir pun meninggi. Bahkan, ia sampai menggebrak meja.

"Bapak bagus keluar, karena nggak ada gunanya bapak rapat di sini. Anda bukan buat main-main dengan DPR ini," katanya nada tinggi dengan menggebrak meja.

Orias tak diam. Dia menimpali jika ia diundang untuk hadir dalam rapat tersebut.

"Saya diundang, saya datang," ujarnya.

Video debat panas di Komisi VII bisa disaksikan di bawah.

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)