Debat Panas di DPR Berujung Pengusiran Dirut Holding Tambang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 06:32 WIB
gedung MPR/DPR RI di Jalan Gatot
Soebroto, Senayan, Jakarta.
Foto: Lamhot aritonang
Jakarta -

Rapat Komisi VII dan Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND) atau PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak diwarnai tensi tinggi. Sebab, seorang anggota sempat mengusir Orias dari ruang rapat.

Panasnya rapat DPR berawal saat Anggota Komisi VII Muhammad Nasir meminta penjelasan terkait pelunasan utang Inalum dari penerbitan obligasi, di mana obligasi itu untuk akuisisi PT Freeport Indonesia.

Orias menjawab jika obligasi itu ada beberapa dengan jatuh tempo paling lama 30 tahun.

"Jadi sampai 30 tahun kalau perusahaan lancar baru selesai kalau kita mati tak selesai nih barang nanti, ganti dirut lain, lain lagi polanya. Makanya itu yang saya pertanyakan kepentingan mengalihkan Freeport sebenarnya kepentingan politik," kata Nasir di Komisi VII, Jakarta, Selasa kemarin (30/6/2020).

Nasir memberi catatan, kunci utang ialah jika pembayaran lancar dan bagus. Jika tidak, barang disita. Ia juga menduga anak perusahaan di bawah holding tambang menopang utang ini. Sebab itu, ia minta data detilnya.

"Makanya saya minta data detilnya mana?" tanya Nasir.

Orias menjawab akan disampaikan. Tapi, Nasir tak puas. Ia tak ingin kejadian ini terulang lagi. Ia menegaskan, jika itu terulang maka ia menyuruh keluar ruangan rapat.

"Kalau bapak sekali lagi gini saya suruh bapak keluar ruangan ini," kata Nasir.

"Kalau bapak suruh keluar, izin pimpinan saya keluar," timpal Orias.

Nada Nasir pun meninggi. Bahkan, ia sampai menggebrak meja.

"Bapak bagus keluar, karena nggak ada gunanya bapak rapat di sini. Anda bukan buat main-main dengan DPR ini," katanya nada tinggi dengan menggebrak meja.

Orias tak diam. Dia menimpali jika ia diundang untuk hadir dalam rapat tersebut.

"Saya diundang, saya datang," ujarnya.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2