Sempat Ada yang Positif Corona, Rapat DPR dan Pertamina Dibatasi

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 15:01 WIB
Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih akan digelar pada Minggu (20/10) mendatang. Pengamanan pun diperketat, salah satunya di gedung DPR, Senayan.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Komisi VII DPR kembali memanggil Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati. Pertemuan ini melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung pada 29 Juni 2020 kemarin.

Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin membuka rapat dengan menegaskan RDP akan dilakukan dengan cepat. Sebab beberapa hari yang lalu sudah ada pemberitahuan ada 10 orang di gedung DPR yang ternyata positif COVID-19 saat dilakukan pemeriksaan.

"Kita tahu bahwa protokol kesehatan COVID-19 bukan hanya jaga jarak, pasang masker atau sering cuci tangan, tapi faktor lain seperti temperatur dan lama kita berada di ruang tertutup. Oleh karena itu saya minta persetujuan dengan mitra lainnya kita segerakan RDP ini tapi tetap mencapai tujuannya," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Hal itu pun disetujui oleh para anggota lainnya. Anggota Komisi VII Kardaya Warnika juga mengusulkan agar jika rapat tidak mencapai tujuannya maka bisa dilakukan dengan FGD di tempat terbuka.

"Saya mengusulkan kita lakukan ini dengan protokol dan kita lakukan diskusi ini supaya baik atau optimal dengan FGD. Kita cari tempat yang aman, kalau perlu terbuka, matahari masuk, sehingga protokol terpenuhi," ujarnya.

Akhirnya disepakati RDP dilanjutkan namun dengan waktu yang terbatas. RDP hari ini dibatasi hanya akan berlangsung 2 jam.

"Kita semua pasti setuju, kami akan batasi sampai dengan paling lama 16.00. Seberapa dapatnya, sisanya bisa dibicarakan lebih lanjut. Sisanya apakah melalui virtual atau FGD kami tetapkan lebih lanjut," kata Alex.



Simak Video "Komisi III DPR Gelar RDP di KPK, Sekaligus Tinjau Rutan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)