4 Informasi Penting soal Harga Pertalite Rp 6.450/Liter

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 11 Jul 2020 12:45 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015). Pada Jumat (24/7/2015) mendatang, SPBU ini siap menjual Pertalite RON 90.  Hasan Al Habshy/detikcom.
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan harga Rp 6.450/liter pada 50 SPBU. Biasanya Pertalite dijual dengan harga Rp 7.650/liter, namun kini harganya dijual setara BBM Premium.

Berikut 4 hal penting yang perlu dicermati soal harga Pertalite turun:

(1) Turun dalam masa promo

Penurunan harga ini merupakan promo yang dilakukan Pertamina di 50 titik SPBU yang ada di wilayah Denpasar, Bali. Promo ini digelar sejak tanggal 5 Juli sampai 31 Agustus 2020.

Manager Communication Relations & CSR MOR V Rustam Aji mengatakan program ini hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan BBM dengan kualitas yang lebih baik, contohnya Pertalite.

"Premium tetap akan disediakan Pertamina bagi masyarakat, namun kesempatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati produk unggulan yang berkualitas dari Pertamina (Pertalite)," kata Rustam dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).


(2) Berlaku di Denpasar, Bali

Manager Communication Relations & CSR MOR V Rustam Aji menjelaskan program promo ini dijalankan di Denpasar karena merupakan barometer wisata Indonesia. Promo ini juga menyesuaikan dengan progam Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat.

"Karena Denpasar sebagai barometer wisata Indonesia. Program ini diselaraskan juga dengan program dari Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar," kata Rustam saat dihubungi detikcom, Kamis (9/7/2020).

Klik halaman selanjutnya untuk poin 3 dan 4.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Gegara Corona, Penjualan Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]