Bantu Pemulihan Ekonomi, Pertamina Operasikan Pertashop di Sumut

Abu Ubaidillah - detikFinance
Minggu, 19 Jul 2020 15:52 WIB
Pertamina
Foto: dok Pertamina
Jakarta -

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara untuk menggerakkan kembali perekonomian dengan mengoperasikan Pertashop yang dikelola oleh pengusaha lokal.

Hal ini dilakukan mengingat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) masih tertatih di masa pandemi COVID-19. Bahkan Bank Indonesia perwakilan Sumut mencatat perekonomian di triwulan II 2020 menurun 0,43 persen dibanding triwulan I yang 4,67 persen.

"Setelah mengoperasikan lima Pertashop di Kabupaten Karo, Samosir dan Toba Samosir pada awal Juni lalu, kami kembali mengoperasikan tambahan lima Pertashop baru," ujar Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR I, Roby Hervindo dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2020).

Pertashop kini hadir di Desa Pakpahan dan Desa Hutanagodang, Kabupaten Tapanuli Utara untuk menjual Pertamax secara resmi dan legal. Selain itu, masyarakat di Desa Sinunukan III, Mandailing Natal, serta Desa Aek Korsik dan Desa Sei Sanggul, Labuhan Batu juga telah menikmatinya.

"Konsumsi Pertamax di Sumut terus menunjukkan tren peningkatan. Pada Juni 2020, penyaluran Pertamax di Sumut meningkat 3 persen dibandingkan Mei 2020," imbuh Roby.

Peningkatan konsumsi Pertamax di Sumut berkontribusi pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) Sumur. Pada 2019, Pertamina MOR I menyumbang Rp 874 miliar berupa pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) bagi PAD Sumut. Setoran PBBKB ini meningkat dibanding tahun 2018 yang mencapai Rp 860 miliar.

Hadirnya Pertashop juga membawa manfaat bagi warga sekitar, salah satunya adalah warga Desa Sinunukan III, Nurdin yang mengatakan selama ini dia menggunakan BBM Premium dengan harga tinggi dari pengecer.

"Sekarang sudah ada Pertashop, saya bisa mendapat Pertamax, bensin kualitas bagus, dengan harga sama seperti selama ini saya beli Premium di pengecer. Saya juga lebih yakin dengan ketepatan takaran dan faktor keamanannya," ujar Nurdin.

Selain melalui Pertashop, Pertamina juga mendukung perekonomian Sumut dengan menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya adalah UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Toba melalui sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut serta Biro Bina Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu).

Pada tahap awal, Pertamina MOR I menyalurkan pinjaman modal Rp 140 juta kepada pelaku UMKM kuliner di sekitar wilayah Toba. Peminjaman modal ini dibarengi dengan program pembinaan dan pembimbingan bagi UMKM mitra binaan Pertamina.

Pemilik Restoran Minang Gumarang di Parapat, Asram mengungkapkan dirinya merasa terbantu dengan adanya program ini. Ia mengaku usahanya menurun selama pembatasan mobilisasi sehingga ia sangat membutuhkan modal segar untuk kembali menjalankan usahanya dan pinjaman lunak dari Pertamina sangat membantunya.

Bagi pelaku UKM yang berminat mengikuti program PK Pinky Movement dapat menghubungi telepon Pertamina melalui nomor 135 atau mengakses situs https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan.



Simak Video "Ahok: Siapapun Korupsi di Pertamina, Kami Lacak Anda!"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/zul)