Demi Ekonomi 3T, Pertamina Geber Realisasi 83 Titik BBM 1 Harga

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 22:21 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) optimis dapat mencapai target tahun 2020 untuk merealisasikan BBM Satu harga di 83 titik wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ini dilakukan untuk bisa berkontribusi menggerakkan roda perekonomian bangsa.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan melalui program BBM Satu Harga, Pertamina membangun lembaga penyalur resmi di wilayah terpencil untuk dapat menyediakan Premium dan Solar sesuai harga yang diatur oleh pemerintah atau sama dengan yang dinikmati oleh masyarakat di kota besar.

Kata dia, harga BBM yang lebih terjangkau akan berdampak pada penurunan biaya transportasi dan operasional sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat serta berpengaruh pada harga-harga kebutuhan pokok.

"Ini wujud komitmen Pertamina untuk turut serta memajukan perekonomian masyarakat melalui peran strategis Pertamina dalam menyediakan energi yang di seluruh wilayah Tanah Air sesuai dengan prinsip availability, accessibility, affordability, acceptability, dan sustainability,"ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Fajriyah menegaskan dalam mengemban tugas mulia tersebut, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek profit semata, tetapi bentuk pelayanan untuk negeri. Meskipun banyak menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik pada saat proses pembangunan maupun saat operasi lembaga penyalur, namun komitmen Pertamina pantang surut untuk terus memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati jangkauan energi dengan kualitas dan harga yang sama.

Oleh karena itu, kata Fajriyah, Pertamina optimis dapat mencapai target tersebut dengan berkaca pada pencapaian tahun lalu.

"Sampai dengan tahun 2019, kami dapat mencapai target sebanyak 160 titik pada Oktober 2019 atau lebih cepat 3 bulan dari yang ditargetkan di bulan Desember 2019. Karena itu, kami yakin pada tahun ini target sebanyak 83 titik BBM Satu Harga dapat tercapai," katanya.

Ia mengatakan dari 83 titik yang menjadi target pada tahun 2020, sebanyak 5 lembaga penyalur telah beroperasi sehingga total yang beroperasi saat ini sebanyak 165 penyalur. Sisanya sebanyak 61 titik dalam proses pembangunan dan 34 titik dalam proses perizinan.

Lembaga penyalur tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti Sumatera sebanyak 13 titik, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 21 titik, Kalimantan sebanyak 13 titik, Sulawesi sebanyak 7 titik, Maluku 15 sebanyak titik dan Papua sebanyak 14 titik.

"Sepanjang 2020 ini, kami telah mengoperasikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di Kabupaten Sigi, Palolo, Sulawesi Tengah sambil paralel kami juga mempersiapkan untuk wilayah lainnya," pungkas Fajriyah.



Simak Video "Ini Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)