Akhir Kisah Pelanggan 900 VA Ditagih Rp 19 Juta: Cuma Bayar Rp 1 Juta

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 13:44 WIB
PLN mengerahkan petugas untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik penggunanya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Media sosial beberapa waktu lalu sempat dihebohkan oleh bengkaknya tagihan listrik seorang pelanggan 900 VA. Bagaimana tidak, pelanggan yang merupakan golongan 900VA tagihannya mencapai Rp 19 juta.

Bagaimana kelanjutannya?

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, sudah ada jalan keluar dari masalah tersebut.

"Kita sudah ketemu dengan pelanggannya dan sudah ada solusinya, artinya solusinya sudah disepakati PLN dan pelanggan yang bersangkutan," katanya dalam teleconference, Selasa (11/8/2020).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan, pelanggan tersebut tidak jadi membayar Rp 19 juta namun hanya sekitar Rp 1 juta. Pembayarannya pun, kata dia, dicicil 4 kali.

"Jadi apa yang dijelaskan tagihannya, 900VA tagihannya Rp 19 juta sudah diclearkan, pelanggan hanya membayar kurang tagihnya Rp 1.050.504 bisa dicicil 4 kali perbulannya 262.626," terangnya.

Sebagai informasi, hebohnya tagihan tersebut diungkap akun Facebook S.O.A yang mengunggah tangkapan layar curhatan seorang pelanggan lewat akun Twitter @ummudaardaa.

Dalam tangkapan layar itu tampak seorang pelanggan menyampaikan protes dengan menampilkan bukti tagihan dari PT PLN (Persero). Di bukti tagihan itu tampak nominal tagihan mencapai Rp 19 juta yang disertai oleh cap PLN.

Saat dikonfirmasi, Manajer PLN UP3 Makassar Selatan Raditya Hari Nugraha mengakui jika tagihan berasal dari pelanggannya. Dia menjelaskan, bengkaknya tagihan listrik karena pelanggan selama ini tidak membayar listrik berdasarkan pemakaian riilnya. Hal itu bisa terjadi karena pencatat meter tidak menjalankan tugasnya secara benar.

Dia mengatakan, mitra PLN yang mempekerjakan pencatat meter itu pun sudah memberhentikan pekerja tersebut.

"Jadi saya perlu jelaskan bahwa memang pelanggan ini atas nama Tumiran sudah pernah melakukan komunikasi di bulan Juli. Waktu di bulan Juli kami punya petugas pencatat meter itu sampai rekening Juni kemarin kami belum mendapatkan angka riil pemakaian selama ini," jelasnya kepada detikcom, Rabu malam (5/8/2020).

"Memang perlu kami sampaikan case kebetulan kami memiliki petugas pembaca meter ini bermasalah sehingga kemarin sempat dikeluarkan dari pihak mitra kami juga," tambahnya.



Simak Video "Tagihan Listrik Naik, Tompi: PLN Harus Perbaiki Komunikasi Publik"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)