Bantu Bisnis LPG UMKM, Pertamina Salurkan Modal Lebih dari Rp 1,5 M

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 16:41 WIB
LPG
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III mendukung peningkatan ruang gerak dan aktivitas UMKM di masa adaptasi kebiasaan baru, salah satunya dengan bersinergi dengan outlet atau pangkalan Liquified Petroleum Gas (LPG) melalui Program Kemitraan Pinky Movement.

Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan mengatakan selain untuk memberikan peluang, program ini juga bertujuan untuk mengedukasi pelaku UMKM dan masyarakat mengenai penggunaan LPG yang lebih tepat sasaran sehingga UMKM mampu mengembangkan usahanya di situasi saat ini.

"Walaupun ranah pengawasan penggunaan LPG subsidi ada pada pemerintah daerah, namun Pertamina ikut berperan melalui Program Pinky Movement dalam memberikan edukasi mengenai penyaluran LPG tepat sasaran, serta turut mendorong kapabilitas usaha Pangkalan LPG," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2020).

Eko mencatat pada tahap awal penyaluran pinjaman modal hingga Agustus 2020, MOR III telah menyalurkan lebih dari Rp 1,5 miliar untuk 13 pangkalan LPG dan usaha pengguna LPG Bright Gas di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Nominal penyaluran untuk masing-masing pangkalan pun bervariasi tergantung skala bisnis dan kebutuhan pengembangan usaha.

"Meski telah menjadi pemilik Pangkalan LPG, aspek permodalan juga menjadi tantangan. Dana program kemitraan ini akan menjadi potensi pengusaha LPG untuk mengembangkan usahanya, seperti menambah investasi tabung LPG non subsidi maupun kendaraan pengantar LPG," jelasnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan program kemitraan ini tidak berhenti sampai pemberian pinjaman modal saja. Mitra UMKM juga akan mendapatkan pembinaan berupa pelatihan maupun asistensi sertifikasi guna meningkatkan kompetensi bisnisnya.

Sementara itu, Very Hotimah, pemilik outlet LPG di Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat yang telah bergabung sebagai mitra binaan Pertamina sejak bulan Agustus 2019 pun mengapresiasi Program Kemitraan Pinky Movement. Sebelum mengikuti program ini, kata dia, investasi tabung LPG non subsidi dinilai cukup mahal sehingga usahanya sulit berkembang.

"Sudah satu tahun saya bersinergi dengan Pertamina melalui program kemitraan ini. Volume penjualan meningkat. Pinjaman modal yang diberikan sangat membantu untuk investasi tabung Bright Gas yang merupakan produk unggulan. Apalagi outlet saya berdekatan dengan banyak perumahan," pungkasnya.



Simak Video "Ini Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)