Proyek Blok Masela Baru 2,2%, Masih Bisa Beroperasi di 2027?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 18:10 WIB
Mantan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), Dwi Soetjipto (kiri) di dapuk menjadi Dirut Pertamina oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno (tengah) dengan didampingi Menteri ESDM, Sudirman Said dikantor Kementerian BUMN, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/11/2014). Rini menjelaskan alasan pemilihan ini lantaran Dwi Soetjipto diketahui sebagai pribadi yang memiliki integritas tinggi dan dianggap mampu membawa Pertamina menjadi lebih baik dan transparan dalam menjalankan tugasnya demi Indonesia yang berdaulat energi, sejalan dengan cita-cita bangsa. (FOTO: RACHMAN HARYANTO/detikcom)
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengakui ada keterlambatan progres pada pengembangan proyek Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Dia menyebut ada beberapa hal yang membuat progres pengembangan masih minim, salah satunya karena dampak virus Corona.

"Secara detail kami diundang untuk melaporkan bahwa saat ini sampai dengan Juli 2020 actual adalah 2,2% dan ini memang dengan adanya COVID, harga minyak yang rendah dan sebagainya terjadi keterlambatan di target 10,5%, terlambat sekitar 8,3% terlambat ya," kata Dwi dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (24/8/2020).

Permasalahan lainnya yang membuat progres pengembangan proyek Blok Masela terhambat yaitu Health, Safety, and Environment (HSE) di tengah pandemi Corona. Inpex Corporation terpaksa menunda beberapa pekerjaan seperti survei AMDAL.

Kedua, ketidakpastian ekonomi dunia. Menurut dia penurunan minyak dan penurunan permintaan gas secara global berdampak pada rencana pembangunan (POD) yang sebelumnya sudah disepakati. Ketiga, keputusan Shell hengkang sebagai operator di Blok Masela.

Meski begitu, Mantan Direktur Utama Pertamina ini masih optimistis pengoperasian Blok Masela bisa direalisasikan pada 2027.

"Seperti tadi yang menyampaikan bahwa ini targetnya adalah 2027 onstream dan kami juga masih sepakat dengan kontraktor untuk berusaha untuk mengikuti tetap jadwal," katanya.

Dia mengungkapkan beberapa kegiatan proyek yang sedang berjalan saat ini adalah metocean survey, gas turbine driver and liquefaction license study, dan integrated operation center assessment. Pihaknya juga akan mempercepat beberapa kegiatan seperti AMDAL untuk bisa merealisasikan target pengoperasian pada 2027.

"Kelompok berikutnya adalah proses persetujuan AMDAL kerangka acuan telah disetujui oleh KLHK tanggal 25 Februari 2020. Pelaksanaan AMDAL ini dimulai base data collection terealisasi 60% sedangkan collection data untuk wet season masih terkendala COVID-19 mudah-mudahan nanti saat musim hujan ini bisa dilakukan survei," ungkapnya.



Simak Video "Jokowi Minta Konten dan Pekerja Lokal Diberdayakan di Blok Masela"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)