Proyek 35.000 MW Baru Beroperasi 24%, Sisanya Apa Kabar?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 13:26 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Mobile Power Plant (PLTG/MG MPP) Ternate berkapasitas 30 MW telah beroperasi. Pembangkit ini memasok listrik ke Sistem Ternate Tidore.
Ilustrasi/Foto: Agus Trimukti/Humas PLN.
Jakarta -

Pembangkit listrik dalam program 35.000 megawatt (MW) yang sudah operasi sebesar 8.382 MW per Juli 2020. Angka itu setara dengan dengan 24%.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

"Sementara yang sudah benar-benar operasi adalah 23,9%," katanya.

Lebih rinci, untuk pembangkit yang sudah tahap konstruksi mencapai 19.067 MW atau setara dengan 54%. Pembangkit yang sudah kontrak power purchase agreement (PPA) namun belum konstruksi 6.528 MW atau 18%.

Selanjutnya, sebanyak 2% masih dalam pengadaan dan 2% lagi masih dalam perencanaan.

Sementara, untuk program kelistrikan 7.000 MW dari pemerintahan sebelumnya sudah beroperasi 94% atau setara 7.458 MW. Program kelistrikan 7.000 MW sendiri targetnya adalah 7.916 MW.

"Untuk progres pembangkit program 7.000 MW sebesar 94% atau setara dengan 7.458 MW sudah dilakukan COD, SLO atau komisioning. Sementara 6% setara 458 MW masih dalam progres konstruksi," terangnya.

"Artinya keseluruhan program carry over tersebut secara fisik sudah dikerjakan dan bahkan sebagian besar sudah operasi," tutupnya.



Simak Video "Keberhasilan PLN Capai Laba Bersih 6,6 Triliun Meski di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)