Ini Dia 3 Perusahaan Batu Bara yang Sudah Ajukan Perpanjangan Izin

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 16:32 WIB
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat batu bara menggunakan alat berat di pelabuhan krakatau bandar samudera, Cigading, Cilegon (8/3/2013). Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Thamrin Shite mengatakan untuk mengendalikan produksi batu bara, pemerintah menetapkan kuota produksi secara nasional. File/detikFoto.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Tiga perusahaan batu bara telah mengajukan perpanjangan izin operasional menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Tiga perusahaan ini berasal dari tujuh perusahaan yang akan habis izinnya berdasarkan Perjanjian Karya Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

Berdasarkan bahan paparan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin di Komisi VII DPR, Kamis (27/8/2020), perusahaan pertama PT Arutmin Indonesia. Adapun status permohonan izinnya yakni sudah dievaluasi atas dokumen permohonan dan kinerja perusahaan, hasil evaluasi PT AI dinilai baik dan sedang dilakukan proses evaluasi Rencana Pengembangan Seluruh Wilayah (RPSW).

Perusahaan kedua yakni PT Kaltim Prima Coal di mana sedang dievaluasi dokumen permohonannya. Ketiga, PT Multi Harapan Utama yang status sama yakni sedang dilakukan evaluasi dokumen permohonannya.

Selain itu, ada 7 perusahaan tambang yang izinnya habis dalam waktu deka. Berikut daftarnya:

1. PT Arutmin Indonesia
Luas lahan: 57.107 ha
Berakhir perjanjian: 1 November 2020

2. PT Kendilo Coal Indonesia
Luas lahan: 1.869 ha
Berakhir perjanjian: 13 September 2021

3. PT Kaltim Prima Coal
Luas lahan: 84.938 ha
Berakhir perjanjian: 31 Desember 2021

4. PT Multi Harapan Utama
Luas lahan: 39.972 ha
Berakhir perjanjian: 1 April 2022

5. PT Adaro Indonesia
Luas lahan: 31.380 ha
Berakhir perjanjian: 1 Oktober 2022

6. PT Kideco Jaya Agung
Luas lahan: 47.500 ha
Berakhir perjanjian: 13 Maret 2023

7. PT Berau Coal
Luas lahan: 108.009 ha
Berakhir perjanjian: 26 April 2025.



Simak Video "Jokowi Ingin Ekspor Batu Bara Mentah Diakhiri"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)