DPR Tanya soal Impor BBM, Ini Jawaban Bos Pertamina

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 15:44 WIB
Nicke
Dirut Pertamina, Nicke Widyawati (Foto: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Komisi VII DPR hari ini rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pertamina (Persero). Ada 7 mata agenda rapat, salah satunya membahas proyeksi volume impor minyak mentah dan impor BBM dari 2020 hingga 2024.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan setiap mata agenda rapat tersebut. Saat masuk penjelasan proyeksi volume impor minyak mentah dan impor BBM hingga 2024, Nicke berkali-kali diinterupsi termasuk oleh Wakil Ketua Komisi VII yang menjadi pimpinan rapat hari ini, Ramson Siagian.

"Sebentar, ibu yang kita mau tahu hanya berapa impor Pertamina sampai 2024 itu, fokus di situ dulu," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Nicke pun melanjutkan dan justru menjelaskan mengenai proyek RDMP (Refinery Development Master Plan). Dia menjelaskan hal itu sebagai latar belakang untuk menjelaskan volume impor.

Namun Ramson kembali memotong penjelasan Nicke. Dia menilai penjelasan Nicke agak melenceng dengan apa yang menjadi pembahasan.

"Pertamina harusnya bisa membuat proyeksi impor selama 5 tahun ke depan. Jadi tidak perlu detil seperti itu, sebut saja volume impornya berapa," kata Ramson.

Akhirnya Nicke menyerahkan penjelasannya kepada bawahannya terkait angka proyeksi volume impor hingga 2024. Untuk impor BBM diproyeksikan setiap tahunnya akan mencapai sekitar 200-250 ribu barel per hari setiap tahunnya hingga 2024. Sementara untuk impor crude sekitar 250-300 ribu barel per hari.

"Ya makanya bikin yang mudah, ini kan nggak jelas, bikin bingung, kok malah jadi bahas refinery, padahal singkat saja," tutur Ramson.

(das/dna)