PLN Minta Suntikan Modal Negara Rp 5 T di 2021

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 14:15 WIB
Laba Bank Mandiri Rp 7,1 Triliun

PT Bank Mandiri Tbk berhasil mencetak laba semester I 2012 sebesar Rp 7,1 triliun pada kuartal II 2012. Angka itu tumbuh 12,69% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 6,3 triliun. Hal ini dikatakan Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, saat diskusi bertajuk Menjadi Lembaga Keuangan yang Selalu Progresissive dan Dihargai di ASEAN, di Grand Ballroom Hotel Intercontinental Midplaza, Senin (6/8/2012). Agung Pambudhy/Detikcom 

1. (Kika) Chief Ekonomist Destry Damayanti, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Direktur Commercial and Business Banking Sunarso dan Vice President Coordinator Change Management Office Ventje Rahadjo saat diskusi. 
 Pertumbuhan laba Bank Mandiri tak lepas dari sokongan anak-anak perusahaannya, seperti Bank Syariah Mandiri, Aksa Mandiri, dan Tunas Mandiri. 
2.  Total laba anak perusahaan membaik, mencapai Rp 936 miliar atau hampir Rp 1 triliun. Pertumbuhan laba hanya dari anak perusahaan mencapai 36,5 persen year on year
3. Laba perseroan juga didorong kinerja positif dalam penyaluran kredit. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 26,6 persen menjadi Rp 350,4 triliun pada kuartal II 2012.
Dirut PLN Zulkifli Zaini/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT PLN (Persero) mengajukan penyertaan modal negara (PMN) Rp 5 triliun untuk 2021. PMN ini lebih kecil dari usulan awal sebesar Rp 20 triliun.

Demikian disampaikan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

"Untuk PMN tahun anggaran 2021 usulan awal PLN adalah sebesar Rp 20 triliun dan mendapatkan alokasi Rp 5 triliun," katanya.

Dia menjelaskan, PMN ini untuk belanja modal sektor transmisi dan distribusi. Termasuk untuk program listrik desa.

"PMN tahun 2021 ini rencananya akan digunakan belanja modal pada proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi termasuk pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT, penunjang program listrik desa," jelasnya.

Ia merinci, untuk program distribusi alokasinya Rp 2 triliun, transmisi Rp 2 triliun, dan untuk listrik desa Rp 1 trilun.

"Sehingga kalau kita jumlah Rp 2 triliun distribusi, transmisi Rp 2 triliun, listrik desa Rp 1 triliun sehingga totalnya Rp 5 triliun," katanya.



Simak Video "Tagihan Listrik Naik, PLN: Bayar Bisa Dicicil"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)