Walkot Mojokerto Targetkan 15.542 SR Jargas Terpasang di 2021

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 13:37 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Kota Mojokerto termasuk satu dari sembilan wilayah yang dijadikan lokasi pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menargetkan 15.542 sambungan rumah (SR) bisa terpasang menyeluruh di tahun 2021.

"Sejak tahun 2003, pemasangan jargas terus dilakukan. Pada tahun 2003 dan 2016, ada 753 SR terpasang yang dilakukan oleh PGN (Perusahaan Gas Negara) dan pada saat itu masih berbayar senilai Rp 200 ribu per meternya. Pada tahun 2017, terpasang 5.000 SR dari Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, secara gratis," jelas Ika dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2020).

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menambahkan, tahun 2019 sebanyak 4.000 SR dipasang oleh Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM dengan ditambah satu tungku kompor gratis untuk warga. Sementara itu, tahun ini Pemerintah Kota Mojokerto berencana akan memasang 5.699 SR tambahan. Namun, karena kondisi COVID-19 maka pemasangan akan ditunda sampai tahun 2021.

"Dengan adanya tahapan pemasangan jargas tersebut, maka total jargas sambungan rumah di tahun 2021 mencapai 15.542. Sebenarnya, kami tidak hanya siap menerima 15.542 SR saja, namun kami berharap seluruh wilayah di Kota Mojokerto ini dapat menerima sambungan jargas secara menyeluruh. Sehingga, kota ini menjadi city gas dan berdaya saing," sambungnya.

Adapun berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), estimasi SR yang akan dibangun melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk Kota Mojokerto, berjumlah 29.575 SR.

Ning Ita menyampaikan instalasi SR tetap gratis, serta harga layanannya dijamin lebih murah dari elpiji 12 kg. Kelebihan lain dari penggunaan jargas, kata dia, yani tersedia 24 jam, dan lebih ramah lingkungan (mengurangi emisi karbon). Dengan memanfaatkan gas bumi, masyarakat dapat membantu pemerintah mengurangi beban subsidi dan menghemat APBN impor elpiji.

Sementara itu, dalam kegiatan Konsultasi Publik Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga Melalui Skema KPBU yang digelar Selasa (15/9), Ning Ita mengemukakan harapannya agar DPRD, OPD terkait, camat, lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan seluruh masyarakat mendukung pembangunan jaringan gas bumi di Kota Mojokerto.

Kegiatan Konsultasi Publik Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga Melalui Skema KPBU menghadirkan beberapa narasumber profesional di bidangnya secara daring. Narasumber yang hadir, antara lain Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Direktorat Kerjasama Pemerintah Swasta Rancang Bangun Novie Andriani, Direktorat Pengelola Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan Insyafiah, dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Wahyudi Akbari.



Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)