Cek Keluhan Pelanggan di Bekasi, PLN Koreksi Tagihan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 19 Sep 2020 12:01 WIB
Petugas PLN Distribusi Jakarta Raya, Area Bulungan, tengah melakukan pemeriksaan tegangan pada alat pembatas dan pengukur di rumah pelanggan R1. 900 VA, di daerah Gandaria Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
Pemerintah telah memutuskan untuk tetap memberikan subsidi listrik kepada seluruh pelanggan PLN dengan daya 450 VA. Rengga Sancaya/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT PLN (Persero) merespons keluhan pelanggan di Kota Bekasi yang bernama Teguh Rahmat tentang adanya tagihan listrik yang melonjak dua kali lipat di bulan September. Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan Bantar Gebang Pebti Wendriyar mengungkapkan, lonjakan terjadi akibat petugas PLN tak bisa mencatat meter di bulan Agustus karena rumah pelanggan terkunci.

"Kami sudah ke rumah pelanggan, sudah melihat. Jadi history-nya, melonjak tinggi itu karena tidak dibaca (meterannya). Setelah itu bulan berikutnya tidak terbaca lagi karena posisi rumah terkunci. Setelah itu terbaca. Lalu bulan kemarin (Agustus) sehingga rekening September menjadi besar karena tidak terbaca," kata Pebti kepada detikcom, Sabtu (19/9/2020).

Setelah PLN mengunjungi rumah pelanggan tersebut siang ini, ternyata ditemukan memang ada kelebihan tagihan.

"Kami mengambil angka rata-rata 3 bulan sebelumnya. Nah tadi kami sudah ke sana, dan juga sudah dijelaskan ke pelanggan ternyata angka saat ini lebih kecil dari angka rata-rata kami. Nah selanjutnya ini kami ambil dari angka saat ini, kami sudah foto per tanggal 19 September ini. Sehingga untuk rekening bulan ini akan kami lakukan penyesuaian sehingga ketemunya Rp 1.079.000," terang Pebti.

Teguh sendiri sebelumnya mengeluhkan tagihan di bulan September melonjak menjadi Rp 1.908.745 atau dua kali lipat dari pemakaian normal. Dengan penyesuaian tersebut, maka ada kelebihan tagihan Rp 829.745 untuk rekening September.

Pebti mengatakan, pihaknya akan segera mengoreksi invoice tagihan, dan akan dikirimkan yang baru ke rumah pelanggan.

"Itu juga sudah kami informasikan. Tapi tadi sudah cukup jelas. Nanti kami akan kirimkan invoice baru setelah kami lakukan penyesuaian. Kemungkinan bulan depan juga sudah mulai normal," tutur Pebti.

Untuk mencegah adanya lonjakan tarif listrik, PLN mengimbau pelanggan untuk bisa melaporkan nomor meter secara mandiri melalui nomor WhatsApp (WA) di 08122123123. Adapun caranya sebagai berikut:

- Ketik "Halo"

- Ketik 2 untuk melakukan stand meter mandiri (baca meter mandiri)

- Baca informasi yang muncul

- Masukkan ID pelanggan

- Jika ID pelanggan dan hari baca sudah sesuai, ketik angka stand kWh meter

- Ambil dan kirimkan foto kWh meter (angka stand harus terlihat jelas)

- Selesai dan PLN akan melakukan verifikasi data yang telah dikirimkan oleh pelanggan.

Pelaporan tersebut dapat dilakukan setiap bulannya pada tanggal 24-27. Selain itu, jika pelanggan ingin mendapatkan histori pemakaian bisa dilihat melalui situs www.pln.co.id , Contact Center PLN 123, atau melalui Kantor Unit Layanan Pelanggan PLN terdekat.



Simak Video "Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik Hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)