Targetkan Rampung 2021, PGN SAKA Kebut Pengembangan Lapangan Sidayu

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 15:17 WIB
PGN
Foto: PGN
Jakarta -

PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) terus berupaya untuk mengembangkan proyek lapangan baru, salah satunya Lapangan Sidayu yang berlokasi sekitar 7 km dari lapangan utama Pangkah PSC di Ujung Pangkah, Jawa Timur. Hingga saat ini, perkembangan pekerjaan fabrikasi pembangunan 2 platform di lapangan Sidayu sudah mencapai 78%.

Sesuai dengan persetujuan Plan of Development (POD), pengembangan Lapangan Sidayu terdiri dari pembangunan 2 wellhead platforms, yaitu Well-Head Platform C (WHP C) dan Well-Head Platform D (WHP D), production pipeline dan gas lift pipeline.

Lapangan Sidayu diharapkan mampu menyumbang tambahan produksi minyak sekitar 7.000 BOPD dan 3,9 MMSCFD gas di Pangkah PSC. Rencananya, produksi dari Lapangan Sidayu tersebut akan terhubung dengan fasilitas produksi yang ada melalui pipa bawah laut.

Anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di bidang hulu minyak dan gas tersebut juga telah mempunyai rencana sail away kedua platform pada November 2020, diikuti dengan instalasi platform yang ditargetkan selesai pada Desember 2020. Selanjutnya, akan dilakukan pengeboran 3 sumur, yaitu 2 sumur re-entry dan 1 sumur pengembangan baru.

PGN SAKA pun akan melakukan percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan proyek dari 17 bulan menjadi 12 bulan, dengan target first oil Lapangan Sidayu adalah di pertengahan tahun 2021.

Pjs Direktur Utama PGN SAKA, Susmono Soetrisno mengungkapkan percepatan rencana penyelesaian proyek dilakukan dengan penyederhanaan terhadap desain kedua platform tanpa mengurangi standar fungsional dan kualitas platform tersebut.

"Dua platform ini juga cukup identik, sehingga dapat mempercepat dalam proses order material, equipment, fabrikasi dan sebagainya," tutur Susmono dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2020).

PGN SAKA juga mempercepat proses review dan pekerjaan di lapangan dengan berkoordinasi dengan kontraktor dan EPC Contractor di Lapangan. Begitu juga dengan SDM internal PGN SAKA yang berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mempercepat proses konstruksi secara insentif, agar pekerjaan sesuai dengan target waktu yang ditetapkan.

Susmono menjelaskan salah satu hal paling kritikal dalam proses instalasi adalah heavy lift saat pemasangan jacket platform dengan berat lebih dari 200 ton dan pemasangan topside platform dengan berat lebih dari 500 ton, yang memerlukan kapal pengangkat atau crane ship. PGN SAKA pun menargetkan proses heavy lift ini akan rampung tepat waktu yakni Desember 2020.

Lebih lanjut, Susmono mengatakan kedua platform Sidayu tersebut didesain sendiri oleh Tim PGN SAKA, mulai dari struktur, platform detail, rekayasa, termasuk fasilitas di dalamnya. Desain tersebut telah disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas produksi di Lapangan Sidayu, sehingga design ini dinilai paling optimum dan tepat dengan kondisi di lapangan.

"Komitmen efisiensi Capex dan Opex serta mempercayakan proyek migas ini ke sumber daya manusia domestik terbaik perusahaan merupakan bentuk nyata dalam mencari peluang dan menghadapi tantangan di era pandemi saat ini," ungkap Susmono.

Di sisi lain, Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan sebagai sub holding gas PT Pertamina (Persero) PGN akan menjadi bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. PGN juga terus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui eksplorasi migas dan pemanfaatan produk migas bagi kebutuhan daerah setempat, yang nantinya akan bermuara pada peningkatan perekonomian nasional sebagai tujuan akhir dari pengembangan kekayaan alam Indonesia.

"Proyek Lapangan Sidayu ditujukan untuk menunjang ketahanan energi domestik, khususnya di area Jawa Timur. Seperti yang diketahui, PGN SAKA memiliki kewajiban untuk menyuplai gas ke PJB Jawa Timur dalam volume optimum yang dihasilkan oleh Lapangan-Lapangan di Blok Pangkah," tutur Suko.

Sebagai informasi, Pengembangan proyek lapangan Sidayu juga merupakan bentuk kontribusi PGN SAKA dalam memenuhi pasokan energi untuk Indonesia di tengah pandemi COVID-19 dan tantangan harga minyak dunia.

Saat ini, PGN SAKA mengelola 10 Wilayah Kerja di Indonesia dan 1 blok Shale Gas di Amerika Serikat. Di Indonesia, PGN SAKA telah mengelola 6 Wilayah Kerja sebagai operator dengan kepemilikan 100% hak partisipasi, seperti di Pangkah, South Sesulu, Wokam II, Pekawai, West Yamdena dan Muriah.



Simak Video "Detik-detik Pipa Gas Bocor di Lokasi Proyek Tol Layang Cakung"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/dna)