3 Info Penting soal Antam Mau Garap Tambang Emas di Papua

- detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 20:00 WIB
PT Freeport Indonesia akan menyerahkan 51% sahamnya ke Pemerintah RI. Yuk, lihat penampakan tambang Freeport di Papua.
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Salah satu tambang emas di Papua bakal digarap oleh PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Hal ini diungkapkan oleh Dirut Holding BUMN Tambang MIND ID Orias Petrus Moedak.

Orias bercerita blok tambang tersebut sebelumnya merupakan wilayah tambang PT Freeport Indonesia. Saat Freeport menerbitkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) blok Wabu disepakati untuk dikembalikan ke negara.

"Seperti yang sudah beredar itu memang potensinya besar waktu itu kan. Ini wilayahnya Freeport ya, jadi itu diserahkan kembali sesuai dengan kesepakatan, dan saat diterbitkannya IUPK untuk Freeport itu lahan yang dikembalikan kepada negara," ungkap Orias di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Berikut ini 3 fakta menarik soal tambang di Wabu, Papua.

1. Permintaan Pemda Papua

Orias menyebut hal ini sesuai dengan permintaan Pemda Papua. Gubernur Papua sudah mengirimi surat ke MIND ID untuk meminta blok tambang Wabu bisa digarap BUMN.

Menindaklanjuti permintaan itu, Orias mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Hasilnya, Erick pun menyetujui permintaan menggarap blok tambang emas tersebut, dan akan menugaskan Antam.

"Mengenai Wabu itu memang ada permintaan kerja sama dari Pemda Papua jadi gubernur kirim surat ke saya dan saya sudah ketemu dengan pak Menteri BUMN juga dan Menteri ESDM. Sesuai arahan dari pak Menteri BUMN itu akan diserahkan kepada Antam," ujar Orias di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, selama ini Antam sudah memiliki pengalaman untuk mengelola emas makanya dipilih untuk menggarap blok Wabu.

"Karena memang Antam kan ahlinya kan dari dulu yang ngurus emas ya," kata Orias.

2. Kapan mulai digarap?

Orias sendiri belum tahu kapan Antam akan resmi mendapatkan tugas menggarap blok Wabu. Terlebih lagi menurutnya proses administrasi akan terhambat di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Karena kondisi COVID yah, jadi sementara masih di-hold. Yang sekarang memang sudah ditunjuk Antam nanti kita atur waktunya," ujar Orias.

Selain itu, saat ini Orias pun mengatakan sedang menunggu balasan dari Menteri ESDM Arifin Tasrif soal penetapan Antam menggarap tambang emas di Wabu.

"Penetapan kan harus dari Menteri ESDM juga dan itu kami akan surati ke Menteri ESDM, baru menjawab surat dari Gubernur Papua," kata Orias.

3. Kilau harga emas

Emas sendiri hingga kini masih menjadi komoditas yang cukup menggiurkan. Bahkan, di tengah pandemi, Orias menyebutkan harga emas cenderung tidak mengalami penurunan seperti komoditas tambang lainnya.

Di tengah kondisi penurunan dari banyak komoditas tambang, harga emas naik 25%. Menurutnya, memang selama pandemi banyak orang yang mengalihkan investasinya ke emas.

"Tapi emas ini malah mengalami peningkatan 25% dibanding tahun lalu. Mengalami peningkatan sejak Mei dan Juni, memang ini selama pandemi banyak yang investasi emas," ujar Orias.



Simak Video "Lagi! Harga Emas Antam Turun Rp 2.000"
[Gambas:Video 20detik]
(Herdi Alif Al Hikam/hns)