Kilang Ini Gagal Digarap Pertamina dan Bikin Ahok Bentuk Tim Khusus

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2020 21:15 WIB
Ilustrasi Ahok Pilgub DKI 2017
Foto: Ilustrator Edi Wahyono
Jakarta -

Demi kelancaran pembangunan kilang, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membentuk tim khusus di Pertamina.

Tim itu bertugas untuk menangani calon investor yang berminat kerja sama di proyek kilang Pertamina. Mereka pun akan bernegosiasi ulang dengan para calon investor yang sempat berminat menggarap proyek kilang.

"Untuk negosiasi ulang semua investor yang pernah dan mau kerjasama dengan Pertamina," kata Ahok kepada detikcom, Sabtu (3/10/2020).

Terkini, Pertamina memang baru saja gagal meneruskan kerja sama membangun kilang. Hal itu terjadi di Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dengan investor Saudi Aramco.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan telah terjadi selisih paham dalam tawar menawar nilai proyek yang membuat negosiasi gagal.

Nicke menyebutkan Saudi Aramco menawar terlalu murah daripada yang ditawarkan Pertamina. Bahkan, dia menyebutkan selisihnya sampai Rp 1 miliar.

"Ya memang kita juga mengatakan kalau dealnya itu tidak terjadi karena Aramco menawar kilang eksisting kita terlalu murah, bedanya itu US$ 1 billion lebih gitu. Nah kalau aset negara kemudian dihargai lebih murah US$ 1 billion ya kan masalah," jelas Nicke dalam dalam diskusi virtual yang disiarkan langsung di Facebook, Senin (15/6/2020).

"Masalahnya ini kerugian negara, ya lebih baik tidak deal kalau begitu kan," lanjutnya.

Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2