4 Fakta Dirut Pertamina Masuk Daftar Wanita Paling Berpengaruh

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 19:30 WIB
Nicke Widyawati resmi menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina. Nicke menjadi wanita kedua yang memegang pucuk tertinggi di Pertamina.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Majalah Bisnis Global, Fortune merilis 50 nama perempuan paling berpengaruh di dunia tahun 2020. Menariknya, ada nama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati di daftar tersebut. Nama Nicke berada di urutan ke-16.

Berikut 4 hal yang menjadi alasan Nicke masuk dalam daftar tersebut:

1. Berpengaruh Tangani Dampak COVID-19

Fortune menjelaskan dasar utama pemilihan tokoh-tokoh wanita di daftar tahun ini adalah dari kecakapan para tokohnya menangani dampak pandemi COVID-19.

Peran Nicke dalam menangani dampak pandemi COVID-19 dapat dilihat dari catatan kerugian perusahaan yang tidak sedalam perusahaan migas global lainnya.

2. Memimpin Perusahaan yang Biasanya Didominasi Pria

Penilaian Fortune juga didasarkan pada keberanian para perempuan yang mau terjun ke industri yang biasanya didominasi pria seperti industri pertambangan, baja, dan migas.

Nicke memenuhi kriteria itu. Perusahaan yang dipimpinnya memang biasanya didominasi pria. Apalagi, perusahaan yang dipimpinnya ini adalah perusahaan milik negara dengan pendapatan tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar dan 32.000 pekerja di seluruh dunia.

Kemampuan Nicke mengendalikan perusahaan itu dikuatkan dengan kepercayaan pemerintah untuk memilihnya kembali memimpin transformasi perusahaan menjadi holding company di bidang migas.

3. Diangkat saat Restrukturisasi

Wanita kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 itu berlatar belakang insinyur dan sudah memimpin perusahaan pelat merah tersebut sejak 2018. Ia menggantikan pendahulunya, Elia Massa Manik yang diberhentikan di tengah upaya restrukturisasi. Sebelum menjabat sebagai Dirut Pertamina, Nicke lebih dulu menjabat sebagai Direktur SDM Pertamina.

Namun ternyata Pertamina bukan satu-satunya perusahaan pelat merah tempat Nicke bertugas. Sebelumnya, Nicke pernah menjadi direksi di PT PLN (Persero). Nicke pernah berkarier sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN.

Sebelum itu, Nicke juga pernah dipercaya sebagai Direktur Utama PT Mega Eltra yang merupakan kontraktor listrik di lingkungan holding PT Pupuk Sriwijaya. Lalu, juga menjadi Direktur Bisnis di PT Rekayasa Industri (Rekind) dan Vice President Corporate Strategy Unit (CSU) di perusahaan yang sama.

Gelar pendidikan terakhir yang dia peroleh adalah gelar Magister (S2) dari Universitas Padjadjaran untuk Program Pendidikan Hukum Bisnis. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapatkan gelar S1-nya pada tahun 1991.

4. Karier Nicke

Saat awal menjabat sebagai pimpinan Pertamina, Nicke langsung mengebut pengembangan kilang di Indonesia. Salah satu pengembangan proyek kilang yang langsung digarapnya saat itu adalah kilang Balikpapan dan Cilacap.

Selain itu, Pertamina di bawah kepemimpinan Nicke juga melakukan implementasi program Biodiesel yang saat ini mencapai B20. Rencananya, pertengahan tahun depan Pertamina bisa memproduksi 100% biodiesel atau B100 demi menekan impor minyak mentah, sehingga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan.

Selama masa pandemi ini, Nicke juga mengeluarkan program promo cashback sebesar 50% khusus untuk pengemudi ojek online (ojol). Ojol yang melakukan pembelian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina dengan menggunakan aplikasi MyPertamina berhak mendapatkan promo tersebut. Tujuannya untuk meringankan beban hidup para pengemudi ojol terutama pada masa wabah COVID-19 ini.

Ojol di menjadi salah satu profesi yang paling banyak dan juga sangat bermanfaat dan diandalkan masyarakat untuk membantu memberikan pelayanan pengantaran kebutuhan sehari-hari.

(ara/ara)