Pertamina Tindak Tegas Pangkalan LPG Nakal di Kabupaten Merangin

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2020 16:55 WIB
PT Pertamina (Persero) MOR II Sumbagsel tak mentolerir apabila terdapat pangkalan nakal yang menjual harga LPG Subsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel tak mentolerir apabila terdapat pangkalan nakal yang menjual harga LPG Subsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Unit Manager Communication, Relations & CSR Region Sumbagsel Umar Ibnu Hasan menjelaskan ada laporan masyarakat terkait penjualan LPG Subsidi di atas HET yang dilakukan pangkalan Barokah Jaya Gas di Desa Pinang Merah, Kec. Pemenang Barat, Kab. Merangin.

Menurutnya, pangkalan di bawah Agen PT Putra Siarang tersebut merupakan pangkalan baru sebagai perluasan akses jalur distribusi LPG yang mudah dijangkau masyarakat One Village One Outlet (OVOO).

"Kami sangat menyayangkan ulah pangkalan tersebut, sehingga Pertamina melakukan tindakan berupa Surat Peringatan dan Skorsing maksimal 1 bulan, karena selain menjual di atas HET, juga tidak mencantumkan plang pangkalan," jelas Umar dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Dia menuturkan sebagai jalur distribusi resmi Pertamina, pangkalan selalu dimonitor stok serta penjualannya. Untuk wilayah Kecamatan Pemenang Barat, saat ini telah tersedia 13 pangkalan yang mendapatkan pasokan dari 3 (tiga) Agen.

Adapun ciri-ciri pangkalan LPG resmi Pertamina adalah adanya plang yang mencantumkan nama pangkalan, nomor registrasi pangkalan, menyebutkan Harga Eceran Tertinggi (HET), serta menyebutkan kontak pangkalan, agen, serta Call Center 135 Pertamina.

"Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi, sesuai HET di Kabupaten Merangin yakni sebesar Rp 18.000, dan apabila ada praktek penjualan di atas HET oleh pangkalan, agar dilaporkan ke Call Center Pertamina 135," terangnya.

Diketahui, dalam rangka libur panjang, Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg di Jambi sebesar 5.714 Metrik Ton. LPG tersebut diharapkannya dapat digunakan sesuai peruntukannya yakni untuk masyarakat pra sejahtera dan usaha mikro. Pertamina juga menyediakan LPG Non Subsidi yakni Bright Gas 5.5 Kg dan 12 Kg.

(akn/hns)