Produksi Minyak Harap-harap Cemas Menanti Vaksin Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 12:34 WIB
Harga Minyak Anjlok
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Harga minyak mulai mengalami kenaikan pekan ini karena pasar mulai berekspektasi ada vaksin yang efektif menangkal virus dan bisa keluar sebelum akhir tahun.

Produsen minyak menyebut munculnya kasus positif virus Corona di Eropa dan Amerika Serikat (AS) akan membebani konsumsi bahan bakar.

Permintaan minyak diprediksi turun 8,8 juta barel per hari tahun ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penurunan bulan lalu sebesar 8,4 juta barel.

Selain itu vaksin yang diharapkan untuk memulihkan keadaan diprediksi bisa meningkatkan permintaan tahun depan.

Kepala pasar minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen mengungkapkan lockdown gelombang kedua di Eropa dan AS bisa menunda pemulihan ekonomi dan kembali menekan permintaan minyak.

"Pandangan kami, harga minyak akan mulai kembali setelah vaksin berhasil menjadi pengendali virus dan kasus mulai melandai," kata dia dikutip dari CNN, Jumat (13/11/2020).

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) termasuk Arab Saudi mengungkapkan jika permintaan ini akan lebih lemah karena adanya lockdown di AS dan Eropa.

"Pemulihan permintaan akan sangat terhambat akibat lesunya transportasi dan lemahnya bahan bakar industri. Ini diprediksi bisa berlangsung hingga pertengahan 2021," jelas dia.

Dia menyebutkan jika permintaan minyak dunia akan menyusut 9,8 juta barel per hari. Tahun depan diprediksi bisa tumbuh 6,2 juta barel per hari.

(kil/ara)