Kemudahan Akses Listrik RI Ranking 33, Naik 42 Peringkat!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 11:28 WIB
Dua kabupaten di Kaltim dipastikan akan menjadi ibu kota yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Infrastruktur listrik menjadi salah satu andalannya.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Indonesia mendapat peringkat ke-33 kemudahan mendapat akses listrik (getting electricity) yang dikeluarkan World Bank untuk tahun 2020. Angka ini naik pesat dibanding tahun 2015 yang berada di peringkat 75, artinya naik 42 peringkat.

Dalam keterangan tertulis PT PLN (Persero), Senin (16/11/2020), disebutkan kemudahan mendapat akses listrik ini menjadi salah satu indikator kemudahan berbisnis di suatu negara. Peningkatan peringkat indikator getting electricity dilakukan melalui berbagai usaha, yaitu memastikan tersedianya pasokan listrik yang andal dan terjangkau, serta inovasi untuk memudahkan pelanggan.

Ketersediaan daya tak lepas dari pembangunan infrastruktur. Di sisi pembangkit, hingga September 2020 kapasitasnya telah mencapai 63,3 giga watt (GW), meningkat sekitar 7,8 GW sejak tahun 2015 yang saat itu 55,52 GW.

PLN juga melakukan pembangunan gardu induk (GI) dan jaringan transmisi. Untuk GI, pada tahun 2015 terdapat 1.499 buah dengan total kapasitas sebesar 92 ribu mega volt ampere (MVA). Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.161 buah pada September 2020 dengan total kapasitas mencapai 146 ribu MVA. Terdapat penambahan 662 buah dengan total kapasitas meningkat sekitar 54 ribu MVA.

Sementara di sisi jaringan transmisi, pada tahun 2015 panjang jaringan transmisi baru mencapai 41 ribu kilometer sirkuit (kms) meningkat menjadi 60 ribu kms. Terdapat penambahan panjang jaringan transmisi hampir 19 ribu kms.

"Dengan adanya penambahan infrastruktur ini tentu membuat ketersediaan pasokan listrik dan keandalannya meningkat. Listrik tak hanya tersedia di Jawa dan pusat kota, tetapi di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok desa," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril.

Selanjutnya
Halaman
1 2