Ini Ide dan Inovasi EBT 3 Startup Pemenang [RE]Energize Indonesia

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 09:27 WIB
ESDM
Foto: ESDM
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung gelaran hackathon virtual yang pertama kali diselenggarakan oleh New Energy Nexus Indonesia, [RE]Energize Indonesia. Acara ini disebut dapat menciptakan iklim kompetisi dan melahirkan inovasi-inovasi segar di bidang energi dalam menjawab tantangan global.

Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman menjelaskan mengusung tema energi pintar dan terbarukan, acara ini dirancang khusus untuk mengidentifikasi inovasi-inovasi energi pintar dan terbarukan demi membantu Indonesia beradaptasi dengan masa depan. Fokus yang diambil dalam kompetisi kali ini seputar bidang kesehatan dan produktivitas masyarakat.

"Di tengah menghadapi tantangan perubahan zaman termasuk kehadiran COVID-19, kita harus mampu mengatasi segala kemungkinan. Untuk itu, penemuan-penemuan ide kreatif dari anak muda bisa menjadi oase dalam pengembangan energi baru dan terbarukan," kata Saleh dalam keterangan tertulis, Senin (23/11/2020).

Saat melakukan proses penjurian 10 karya terbaik [RE]Energize Indonesia, Minggu (23/11), Saleh menekankan sisi penyediaan (supply) energi bisa menjadi pertimbangan penting dalam menggali ide tersebut. Apalagi saat ini pemerintah memiliki target bauran EBT sebesar 23% pada 2025.

Senada dengan Saleh, Direktur Program New Energy Nexus Indonesia Diyanto Imam mengungkapkan visi yang sama dalam mempercepat pemanfaatan EBT. Ia berharap EBT menjadi tulang punggung dalam menopang perekonomian nasional di masa mendatang.

"Kami memiliki visi untuk mendorong terbentuknya perekonomian berbasis energi bersih dan terbarukan yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Visi ini kami upayakan bisa terwujud melalui misi berupa dukungan kepada wirausaha dan startup untuk berinovasi dan melahirkan ide teknologi dalam memanfaatkan EBT untuk kesejahteraan Indonesia," ujar Diyanto.

Pada gelaran ini, ide Microlab Lab berbasis digital smart microgrid controller menyita perhatian para dewan juri. Ide ini merupakan solusi manajemen energi baru terbarukan untuk optimasi Cost of Energy pada daerah 3T. Microlab Lab diusung oleh Christopher Kennard dan tiga temannya ini akhirnya terpilih sebagai pemenang pertama pada Hackathon Energy Nexus Indonesia.

Selanjutnya ada E-rice dengan solusi perangkat pertanian berkelanjutan berbasis metode intensifikasi, terpilih menjadi Runner Up pertama, diikuti oleh Semesta Energi Services, dengan solusi laboratorium PCR serta pusat vaksinasi keliling bertenaga surya.

Ketiga pemenang ini masing-masing akan mendapat hadiah sebesar Rp 50 juta bagi pemenang pertama, Rp 30 juta bagi Runner Up pertama, dan Rp 15 juta bagi Runner up kedua. Kompetisi ini pendaftarannya dibuka sejak 24 September 2020.

Sepuluh tim dengan ide terbaik telah diumumkan tanggal 11 November lalu. Tujuh di antaranya memiliki fokus ide seputar peningkatan produktivitas masyarakat,dan 3 tim lainnya mengusung ide energi terbarukan untuk meretas tantangan-tantangan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Sepuluh tim teratas ini mempresentasikan konsep dari solusi yang diusung secara virtual yang juga ditayangkan Live melalui kanal Youtube New Energy Nexus Indonesia.

Sebelumnya, New Energy Nexus pernah mengadakan hackathon di berbagai belahan dunia, salah satunya di Korea Selatan dengan tajuk LGChem. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan LG, Hyundai, dan Kia serta Smart Energy Hackathon di Thailand.

Hackathon [RE]energize Indonesia juga menandai tahun kedua perjalanan New Energy Nexus di Indonesia dengan ikut membangun ekosistem startup energi terbarukan yang inklusif. Sampai saat ini, New Energy Nexus telah menyelesaikan empat angkatan program inkubasi dan membimbing lebih dari 20 startup energi terbarukan yang mengasah strategi para pebisnis dan inovator.

Sebagai informasi, New Energy Nexus adalah organisasi internasional yang berupaya untuk ikut membangun ekonomi dunia yang berlandaskan energi terbarukan. Untuk mencapai tujuan ini, Nexus mendukung beragam wirausaha energi bersih melalui pendanaan, program akselerator, dan jaringan. Mereka memulai program kami di California, Amerika Serikat, dan sekarang telah beroperasi di New York, Cina, India, Asia Tenggara, dan Afrika Timur.

(ega/ara)