Luhut Ungkap Freeport dan Perusahaan China Kerja Sama bikin Smelter

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 15:21 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Freeport Indonesia akan bekerja sama dengan perusahaan baja dari China, Tsingshan Steel Indonesia untuk membuat smelter copper-nickel.

"Tadi malam kita membahas soal kerja sama pembuatan smelter copper-nickel dengan Freeport dan Tsingshan, perusahaan dari China," ujar Luhut dalam webinar EBTKE Conex 2020, Rabu (25/11/2020).

Dia mengatakan pembuatan smelter itu akan segera dimulai dengan target penyelesaian pada tahun 2023. Dia mengatakan smelter ini akan memproduksi sulfide yang menjadi bahan baku baterai lithium.

"Kami yakin smelter dapat beroperasi pada tahun 2023. mereka juga akan memproduksi sulfide yang bisa jadi bahan baku lithium battery," kata Luhut.

Dengan pembangunan smelter ini menurutnya Indonesia bisa menjadi pemain global pada industri baterai listrik.

"Pada tahun 2023 kami yakin kami dapat memproduksi baterai lithium dan Indonesia bisa menjadi bagian dari rantai pasok baterai listrik global," ungkap Luhut.

Sementara itu, kemungkinan pemerintah akan membuat pabrik baterai lithium di Weda Bay, Halmahera. Menurutnya, di sana sudah ada kawasan industri nikel yang besar.

"Baterai lithium akan berada di Weda Bay di Halmahera karena bijih nikel dan tembaga juga akan ada di sana. Saya pikir di sana ukurannya 10 ribu hektare, itu akan menjadi industri yang mega-integrated," jelas Luhut.

(ara/ara)