Inggris Berencana Bangun Pembangkit Tenaga Nuklir Rp 374 T

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 14 Des 2020 22:53 WIB
The British Union Jack flag is seen on the desk of a member of the European Parliament ahead of a debate on the future of Europe, at the European Parliament in Strasbourg, France, March 12, 2019. REUTERS/Vincent Kessler
Ilustrasi/Foto: Dok. REUTERS/Vincent Kessler
Jakarta -

Pemerintah Inggris mulai membahas proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) senilai £ 20 miliar, atau sekitar Rp 374 triliun (kurs Rp 18.737/£) dengan EDF. Pembahasan dengan EDF, perusahaan energi raksasa asal Prancis, tentang membangun PLTN di Suffolk, Inggris.

Melansir BBC, Senin (14/12/2020), proyek PLTN yang rencananya dibangun di kawasan Sizewell C, Suffolk, dapat menghasilkan 3,2 gigawatt listrik, cukup untuk memenuhi 7% kebutuhan Inggris. Namun rencana itu dinilai kontroversial karena sangat mahal dan pembayar pajak harus membayar tagihan untuk biaya tambahan.

Pemerintah Inggris mengatakan kesepakatan apa pun akan menunggu persetujuan di berbagai bidang seperti nilai uang dan keterjangkauan. Sementara itu, EDF juga membangun pembangkit listrik tenaga nuklir Hinkley Point C di Somerset bermitra dengan China General Nuclear Power.

Pemerintah Inggris mengatakan pembicaraan dengan EDF tentang Sizewell C akan bergantung pada kemajuan Hinkley Point C. Namun, proyek itu ditetapkan dengan biaya hingga £ 2,9 miliar lebih dari yang diperkirakan dan akan terlambat hingga 15 bulan.

China General Nuclear Power memiliki 20% saham di Sizewell C, tetapi mereka diperkirakan akan menarik diri setelah kekhawatiran keamanan muncul tentang perusahaan milik negara China yang merancang dan menjalankan reaktor nuklir desainnya sendiri di tanah Inggris.

Pengumuman proyek tersebut adalah bagian dari Buku Putih Energi yang telah lama ditunggu-tunggu, yang menurut para menteri akan mendukung hingga 220.000 pekerjaan selama dekade berikutnya.
Selain itu, sebagai upaya mengurangi emisi dari industri, transportasi, dan bangunan.

Kebijakan tersebut akan menghilangkan 230 juta metrik ton emisi, yang setara dengan menghilangkan 7,5 juta mobil bensin dari jalan raya.

Pemerintah Inggris menegaskan tetap berkomitmen pada tenaga nuklir baru untuk memenuhi target nol emisi bersih pada tahun 2050. Mengomentari pembicaraan dengan EDF, pemerintah Inggris mengatakan mereka akan bergantung pada bagaimana kemajuan Hinkley Point C. Hinkley Point sekarang diperkirakan menelan biaya antara £ 21,5 miliar dan £ 22,5 miliar.

(toy/hns)