Dirjen Minerba: Pertambangan Berperan Penting dalam Ekonomi

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 14 Des 2020 23:13 WIB
Kementerian ESDM
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan di tengah pandemi saat ini, sektor mineral dan batubara (minerba) tetap berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor minerba juga menjadi penggerak pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di sekitar area pertambangan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar informasi positif terkait pertambangan minerba harus tersampaikan ke masyarakat sehingga kegiatan pertambangan tidak selalu identik dengan kerusakan alam.

"Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai penyelenggara acara ini, karena meskipun di tengah kesulitan dan keterbatasan akibat pandemi COVID-19, acara Minerba Virtual Expo 2020 dalam rangka menyebarkan berita positif pertambangan mineral dan batubara di Indonesia tetap dilaksanakan," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Hal ini disampaikan secara virtual dalam acara Minerba Expo 2020, Kamis (10/12/2020). Adapun kegiatan ini merupakan adaptasi dari kondisi pandemi untuk menyampaikan kabar baik kepada masyarakat dan juga stakeholder.

Arifin menjelaskan situasi saat ini telah mendorong seluruh stakeholder untuk berinovasi dan menyusun strategi baru dalam pengelolaan pertambangan minerba. Hal ini tentunya perlu sejalan dengan langkah-langkah pemulihan ekonomi milik Pemerintah.

Salah satu langkahnya adalah dengan meningkatkan investasi pada subsektor pertambangan minerba, yakni melalui hilirisasi komoditas minerba. Ia harap ke depan akan semakin banyak perusahaan yang melaksanakan hilirisasi komoditas minerba sehingga produk pertambangan yang dapat dinikmati masyarakat bisa semakin meningkat.

"Pemerintah telah memberikan insentif yang sebesar-besarnya bagi perusahaan yang melakukan hilirisasi mineral dan batubara. Insentif baik fiskal maupun non fiskal diharapkan akan menarik para investor untuk dapat membangun infrastruktur hilirisasi di Indonesia," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan peningkatan investasi minerba ini harus diimbangi dengan penyusunan kebijakan keselamatan dan lingkungan yang lebih ketat. Hal ini bisa meliputi kewajiban pelaksanaan reklamasi dan pascatambang dengan tingkat keberhasilan 100%.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaludin mengatakan acara ini merupakan pameran virtual pertama yang diselenggarakan oleh Dirjen Minerba Kementerian ESDM dengan tujuan pelaksanaan expo tetap tercapai sekaligus dapat mengantisipasi dampak pandemi.

"Tujuan pokok dari kegiatan ini adalah, pertama, kami hendak menampilkan capaian kinerja, inovasi, dalam bidang pengawasan dan pelayanan publik dari Ditjen Minerba. Kedua kami juga ingin menyampaikan kepada publik regulasi dan kebijakan baru dibidang pertambangan sehubungan dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 3 Tahun 2020," jelasnya.

Ketiga, menampilkan inovasi, kinerja, dan capaian perusahaan di masa pandemi COVID-19, termasuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar area pertambangan.

"Dan yang keempat kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa dalam masa pandemi saat ini, industri pertambangan tetap memiliki peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya.

Sebagai informasi, Minerba Virtual Expo ini 2020 dilaksanakan mulai tanggal 10-11 Desember 2020 dengan tema 'Peran Sektor Pertambangan dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi'.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menampilkan capaian kinerja Ditjen Minerba dan inovasi dalam bidang pelayanan publik, menyampaikan regulasi dan kebijakan baru subsektor pertambangan minerba, serta peran penting perusahaan pertambangan minerba dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi.

(mul/ega)