Jurus Pemerintah Genjot Produksi Migas di Kawasan Timur RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 12:33 WIB
Pengeboran migas
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, cadangan migas di kawasan timur Indonesia masih cukup besar. Namun, baru sedikit cadangan yang dimanfaatkan.

"Cadangan migas di wilayah timur Indonesia masih cukup besar mengingat dari survei seismik yang telah dilakukan baru 30% dilaksanakan di kawasan timur Indonesia, dan baru terdapat 10 sumur eksplorasi. Selama ini kawasan timur Indonesia belum optimal tereksplorasi terkait tantangan geografis, kompleksitas geologi dan minimnya infrastruktur," kata Arifin dalam acara Bintuni Energy Forum 2020, Senin (28/12/2020).

Arifin mengatakan, sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk menggali potensi migas di kawasan timur Indonesia. Salah satunya ialah pembangunan Train 3 Kilang Tangguh.

"Salah satu proyek strategis nasional sektor ESDM yang berada di kawasan Teluk Bintuni pembangunan LNG Tangguh Train 3 yang direncanakan selesai kuartal III tahun 2021 nilai investasinya hampir mencapai US$ 9 miliar," katanya.

"Dengan terbangunnya Tangguh Train 3 maka LNG Tangguh menjadi salah satu produsen gas terbesar di Indonesia," tambahnya.

Arifin kembali menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan eksplorasi migas di Papua dan Papua Barat. Saat ini, dia bilang, pemerintah telah menugaskan BUMN untuk pabrik pupuk dan petrokimia.

"Kita saat ini juga sedang merencanakan untuk membangun pabrik pupuk di kawasan Bintuni dan kami sudah menugaskan Pupuk Indonesia BUMN pupuk terbesar kita untuk bisa melaksanakan proyek tersebut dan sekarang dilakukan persiapan. Selain itu juga akan memanfaatkan gas yang masih ada di sana untuk membangun pabrik petrokimia. Ini akan dilakukan BUMN Pupuk Indonesia holding company," terangnya.

(acd/eds)