Ada PPKM, Warga Diimbau Beli BBM Pakai Nontunai

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 11:43 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamina di wilayah Jawa Bagian Tengah mengimbau pelanggan agar menggunakan transaksi nontunai melalui MyPertamina atau memesan produk BBM dan LPG melalui layanan 'delivery service' 135. Ini dilakukan menyusul pemberlakuan PPKM di sebagian wilayah Jawa/Bali.

Pjs. Unit Manager Communication, Relations & CSR, Marthia Mulia Asri menyebut selama PPKM di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Pertamina tetap beroperasi dan menyalurkan BBM serta LPG kepada masyarakat.

"Tidak ada penghentian atau pembatasan operasional, kami tetap melayani seperti biasa hanya saja masih menerapkan secara ketat protokol COVID-19 di seluruh fasilitas Pertamina," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2021).

Marthia menambahkan Pertamina juga mengimbau seluruh konsumen untuk menggunakan aplikasi MyPertamina dan LinkAja untuk bertransaksi di SPBU.

"Salah satu upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang telah kami terapkan semenjak awal pandemi di tahun 2020 adalah penggunaan transaksi nontunai seperti MyPertamina maupun alat pembayaran nontunai lainnya yang berlaku di SPBU," tambahnya.

Sedangkan bagi konsumen yang #dirumahaja juga dapat menggunakan layanan pesan antar atau Pertamina Delivery Service (PDS) untuk mendapatkan produk BBM dan LPG.

"Layanan PDS bisa digunakan dengan menghubungi kontak Pertamina 135. Produk yang dapat dilayani melalui program tersebut adalah BBM yaitu pertamax, pertamax turbo dan Dex series serta LPG bright gas ukuran 5,5 kg," ungkap Thia.

Menurut Thia, selain kesiagaan stok BBM dan LPG selama PPKM, stok avtur untuk pesawat udara juga disiagakan Pertamina di wilayah Jawa Bagian Tengah. Untuk wilayah Jawa Tengah, konsumsi avtur di Bandara Ahmad Yani saat ini berkisar di angka 40 KL per hari dan di Adi Soemarmo sekitar 20 KL per hari.

"Untuk avtur sendiri konsumsinya cenderung menurun setelah Satgas Nataru kemarin, saat ini rata-rata penyaluran Avtur di wilayah Jawa Bagian Tengah sekitar 142 KL per hari sementara saat Satgas kemarin mencapai 190 KL per hari," ujarnya.

"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya untuk stok avtur sendiri sangat aman dengan ketahanan stok hingga 50 hari," pungkasnya.

(ega/ara)