Masih di Bawah Target, Realisasi Investasi Energi Terbarukan Rp 19 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 16:03 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu dioperasikan oleh PT Pertamina Geothermal Energy. PLTP itu mengandalkan panas bumi yang digali hingga kedalaman 2.500 meter di perut bumi.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Realisasi sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) pada tahun 2020 sebesar US$ 1,36 miliar atau setara dengan Rp 19,04 triliun (kurs Rp 14.000). Realisasi ini di bawah target tahun 2020 sebesar US$ 2,02 miliar.

"Secara khusus investasi tadi disampaikan US$ 1,36 miliar. Jadi targetnya 2020 adalah US$ 2 miliar," kata Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Kamis (14/1/2021).

Investasi tersebut didominasi dari panas bumi. Dalam paparannya, investasi panas bumi US$ 0,72 miliar, aneka EBT US$ 0,54 miliar, bio energi US$ 0,10 miliar, dan konservasi energi US$ 0,008 miliar.

Dia mengatakan, untuk target tahun 2021 ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya.

"2021 kami menargetkan angka yang relatif sama dengan 2020 US$ 2,05 miliar ini agak sedikit berbeda komposisinya nanti," katanya.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor EBTKE bidang panas bumi pada tahun 2020 sebesar Rp 1,96 triliun. Angka ini jauh di atas target Rp 1,34 triliun.

"Kaitannya dengan penerimaan negara, realisasi 2020 hampir Rp 2 triliun, Rp 1,96 triliun," katanya.

(acd/ara)