Konsumsi Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo Naik di Jakpus-Jakut

Abu Ubaidillah - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 16:16 WIB
Pertamax Turun Harga

Pengedara mengisi Bahan Bakar Minyak kerndaraan mereka di SPBU CIkini, Jakarta, Minggu (10/2/2019).  PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.950 per liter pada Sabtu (9/2) kemarin. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Regional Jawa Bagian Barat mencatat konsumsi BBM Perta Series (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) di Jakarta Pusat dan Utara naik. Hal ini seiring Program Langit Biru yang berjalan dua bulan sejak 12 November 2020.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan pihaknya mencatat kenaikan konsumsi BBM dengan angka oktan tinggi di Jakarta Pusat dan Utara. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat akan hadirnya kualitas udara yang lebih bersih.

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat di Jakarta yang sudah mulai tergerak untuk menerapkan penggunaan energi yang lebih bersih, guna meningkatkan kualitas udara dan lingkungan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/1/2021).

Di Wilayah Jakarta Pusat, konsumsi Pertalite (RON 90) naik sekitar 6% dibanding rata-rata normal harian, yakni lebih dari 200 kiloliter (KL). Konsumsi Pertamax (RON 92) juga naik 4% dibanding rata-rata normal harian, yakni hampir 80 KL. Sedangkan Pertamax Turbo (RON 98) naik sekitar 6% dibandingkan rata-rata normal harian, yakni lebih dari 1 KL.

Sementara di Jakarta Utara, konsumsi Pertalite naik sekitar 7% dibanding rata-rata harian, yakni hampir 400 KL. Konsumsi Pertamax naik sekitar 3% dibanding rata-rata harian, yakni lebih dari 130 KL. Sedangkan konsumsi Pertamax Turbo juga meningkat 10% dibanding rata-rata harian, yakni hampir lebih dari 20 KL.

Eko menjelaskan selain Perta Series, pihaknya juga mencatat tren penurunan konsumsi BBM Premium (RON 88) yang signifikan pada pada (12/1) di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal Premium pada sebelum dimulainya program PLB dua wilayah tersebut.

Konsumsi Premium di Jakarta Pusat turun hingga 80% atau mencapai lebih dari 70 KL dibanding rata-rata harian yakni sekitar 90 KL. Sedangkan di Jakarta Utara turun hingga hampir 85% atau sekitar 120 KL dibandingkan rata-rata konsumsi harian, yakni lebih dari 140 KL. Pertamina juga mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan dan merasakan langsung keunggulan serta kualitas BBM dengan angka oktan tinggi, yakni Perta Series.

"Apresiasi bagi masyarakat yang sudah beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan. Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di wilayah Jakarta sebagai ibu kota negara, semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi," imbuhnya.

Eko juga mengatakan sebagai wujud apresiasi Pertamina terhadap upaya dan animo masyarakat yang setia menggunakan BBM dengan angka oktan tinggi dan lebih ramah lingkungan, Pertamina terus menggerakkan program Pertalite Harga Khusus di Jakarta Pusat dan Utara.

"Sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru untuk menciptakan lingkungan sehat, Pertamina melanjutkan Program Pertalite Harga Khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp 6.850 per liter, lebih rendah Rp 800 dari harga normal," jelas Eko.

Sebagai informasi, Program Langit Biru diadakan sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan memperoleh dukungan dari masyarakat di Jakarta. Dengan semakin bertambahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan penggunaan BBM bersih rendah emisi

Dengan ini diharapkan pelestarian lingkungan bisa sejalan dengan kembali pulih aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat wilayah Jakarta. Pertamina juga memberi harga lebih hemat untuk keamanan dan kemudahan transaksi. Pembelian produk bahan bakar berkualitas seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

"Untuk konsumen yang bertransaksi melalui aplikasi MyPertamina, bisa lebih hemat Rp 250 rupiah untuk setiap liternya," ungkapnya.

Menurutnya selain lebih mudah, transaksi nontunai juga lebih aman untuk mencegah penularan virus di masa pandemi. Eko juga mengatakan masyarakat bisa memanfaatkan program promo ini karena diperpanjang hingga 31 Januari 2021. Pelanggan yang ingin mendapatkan informasi seputar produk dan layanan Pertamina, termasuk layanan pesan antar Pertamina Delivery Service bisa menghubungi Pertamina Call Center 135.

(prf/ega)