Peringatan Keras RI ke Uni Eropa yang Gugat Larangan Ekspor Nikel

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 16 Jan 2021 10:30 WIB
dw
Foto: Getty Images/AFP
Jakarta -

Uni Eropa (UE) tetap melanjutkan gugatan atas larangan ekspor bijih nikel Indonesia kepada Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Hal itu diinformasikan oleh UE dalam bentuk permohonan pembentukan panel ke WTO.

Padahal, sebelumnya Indonesia dan UE telah melakukan beberapa forum konsultasi terkait larangan ekspor bijih nikel yang tertuang dalam Undang-undang (UU) Mineral dan Batubara (Minerba).

"Kemarin sore sekitar jam 3 atau 4 menjelang tutup kantor perwakilan kita di Jenewa, kita mendapatkan notifikasi dari UE bahwa mereka akan terus jalan proses daripada proses dispute, proses sengketa di WTO, dispute settlement body (DSB)," ungkap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/1/2021).

Lutfi mengatakan, proses selanjutnya dari gugatan yang terdaftar dengan nomor registrasi dispute settlement (DS) 592 itu akan ditetapkan pada tanggal 25 Januari 2021.

UE sendiri menggugat Indonesia terkait larangan ekspor nikel karena menilai hal itu merugikan industri baja di Benua Biru tersebut.

"UE menganggap bahwa ini mengganggu produktivitas energi stainless steel mereka. Mereka menganggap bahwa ini adalah bagian daripada 30.000 pekerja langsung, dan 200.000 pekerja tidak langsung," terang Lutfi.

Namun, Lutfi menegaskan tuduhan tersebut harus dibuktikan dalam panel yang sudah dibentuk nantinya.

"Ini kan baru sangkaan mereka bahwa kita melaksanakan apalah itu tuduhan. Nah tuduhan itu dibuktikan dulu di panel dengan proses yang baku dan jelas," tegas dia.

Soal gugatan ekspor nikel lanjut halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2