126 Operator Pesawat Angkat Ikut Sertifikasi LSP PPSDM Migas

Yudistira Imandiar - detikFinance
Minggu, 24 Jan 2021 17:44 WIB
Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (LSP PPSDM Migas) Kementerian ESDM menggelar sertifikasi Operasi Pesawat Angkat (OPA).
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (LSP PPSDM Migas) Kementerian ESDM menggelar sertifikasi Operasi Pesawat Angkat (OPA). Sebanyak 126 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat atau alat yang digunakan untuk memindahkan, mengangkat muatan baik bahan atau orang secara vertikal dan/atau horizontal dalam jarak yang ditentukan sesuai dengan Permenakertrans NOMOR PER.09/MEN/VII/2010. Pesawat angkat dan angkut banyak digunakan di sektor minyak dan gas.

Guna memenuhi standar keselamatan pekerja, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 135 Tahun 2015 mengharuskan pekerja di sektor ini mengikuti sertifikasi kompetensi. Kegiatan sertifikasi OPA yang berlangsung selama tiga hari pada 21-23 Januari tersebut bertujuan memberikan pembekalan bagi para operator pesawat angkat. Para peserta diberikan bimbingan materi teknis dan praktik untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja, mengingat pekerjaan mereka sebagai operator pesawat angkat tergolong berisiko tinggi.

LSP PPSDM Migas mengawali sertifikasi dengan Bimbingan Teknis selama satu hari dengan pembahasan mengenai pengenalan peralatan yang digunakan dalam sertifikasi OPA agar peserta semakin paham teori. Pada dua hari berikutnya peserta mengikuti ujian praktek dan wawancara yang dilakukan secara praktikal dan hands. LSP PPSDM Migas menyediakan crane serta peralatan lainnya agar peserta sertifikasi bisa semakin kompeten di bidang OPA.

Pengajar dan asesor OPA Galih Adi Nugroho menjelaskan sertifikasi OPA di LSP PPSDM Migas diikuti tidak hanya pekerja sektor minyak dan gas tetapi pada semua sektor yang menggunakan jasa operator OPA.

"Pada 3 hari ini saja terdapat 126 orang, ini hanya untuk minggu ini saja, yang mengikuti sertifikasi OPA dengan mengambil ujian untuk Operator Crane Mobil, Rigger dan Forklift," jelas Galih.

Galih, yang juga merupakan anggota satgas gugus COVID-19 di PPSDM Migas, menambahkan saat pandemi ini, LSP PPSDM Migas menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Ketika memasuki wilayah kantor PPSDM Migas, peserta harus membawa bukti hasil rapid test non-reaktif. Begitu juga ketika melakukan semua kegiatan di lingkungan LSP PPSDM Migas harus menerapkan 3M.



Simak Video "Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik Hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)