Kementerian ESDM Klaim Sistem Baru Pengolahan Timah Lebih Efektif

Yudistira Imandiar - detikFinance
Minggu, 31 Jan 2021 20:30 WIB
Kementerian ESDM
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Pusat Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Tekmira) Kementerian ESDM menemukan sistem baru pengolahan timah yang diklaim lebih efektif. Teknologi dan formula baru dalam pengolahan timah tersebut dapat memperpanjang umur produksi PT Timah Tbk sampai 12 tahun.

Formulasi pengolahan timah itu didapatkan dari hasil percobaan skala laboratorium oleh Badan Layanan Umum (BLU) Tekmira. Hasil percobaan tersebut kemudian di-scale-up oleh litbang PT Timah menjadi skala pabrik dengan kapasitas 400 ton bijih timah primer, dan didapatkan hasil pengolahan yang lebih efektif dari cara pengolahan lama.

"Dengan formula dan kondisi proses yang disusun oleh Tekmira, kami berhasil membuktikan bahwa hanya dengan menggunakan kadar timah 10% dapat menghasilkan kadar timah primer sampai 60%. Jajaran direksi PT Timah Tbk memberikan apresiasi terhadap kinerja litbang kolaborasi PT Timah Tbk dengan Tekmira ini, karena terbukti mampu memberikan solusi untuk perusahaan di masa depan," jelas Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT Timah Tbk Aidil Yuzar dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

Penemuan tersebut, kata Aidil, menjadi solusi dari permasalahan minimnya sumber daya cadangan timah alluvial di darat maupun laut. Ia merinci saat ini potensi timah primer yang dimiliki PT Timah Tbk berjumlah lebih dari 500 ribu ton. Maka, jika dalam satu tahun perusahaan dapat mengolah sekitar 40 ribu ton, umur produksi PT Timah Tbk akan memanjang hingga 12 tahun.

"Sebagai pengguna jasa Tekmira, kami di PT Timah merasakan kerja sama yang sangat baik karena Tekmira bisa menjawab persoalan besar di PT Timah terkait pengolahan mineral khususnya pengolahan bijih timah primer," ujar Aidil.

Kerja sama Tekmira-Timah dalam proses dan teknologi ekstraksi bijih timah primer terjalin sejak 2018, dimulai dengan kajian proses dan teknologi ekstraksi timah dari bijih primer dengan proses klorinasi basah. Lalu, di tahun 2020 dilakukan kajian tekno-ekonomi pengolahan bijih timah primer serta penyusunan studi kelayakan optimalisasi pemanfaatan sisa hasil pengolahan PT Freeport Indonesia (2019-2020).

Koordinator Kelompok Pengolahan dan Pemanfaatan Teknologi Mineral Tekmira Nuryadi Saleh merasa lega atas keberhasilan percobaan skala industri yang dilakukan PT Timah berdasarkan kondisi proses yang dilakukan di laboratorium Tekmira.

"Kami sangat gembira, Alhamdulillah, hasil skala produksi tidak menyimpang dari skala laboratorium. Untuk ke depannya, perlu dikaji benefisiasi untuk meningkatkan kadar besi di slag yang menghasilkan kadar sesuai grade yang ditetapkan pemerintah supaya bisa diekspor," urai Nuryadi.



Simak Video "Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik Hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/hns)