RI Punya Potensi Aspal Alam 694 Juta Ton, Berpeluang Ekspor

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 17:00 WIB
Pertambangan aspal di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara.
Foto: Kontributor Gus Mun
Jakarta -

Indonesia memiliki potensi aspal alam yang cukup melimpah. Aspal tersebut yakni aspal buton (asbuton) yang bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan ekspor.

Asbuton sendiri merupakan jenis aspal alami yang secara spesifik terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal jenis ini hanya dapat ditemukan di dua wilayah di dunia, yakni di Indonesia dan di Trinidad, Amerika Selatan. Asbuton di Indonesia memiliki potensi sebesar 694 juta ton.

Pemerintah sendiri akan melakukan validasi terhadap data cadangan terbukti dan cadangan tertambang oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia GL Kalake dan tim melakukan kunjungan kerja ke Pulau Buton, Sulawesi Tenggara pada Senin (1/2) kemarin. Kunjungan itu untuk menindaklanjuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Januari 2021 lalu.

Ayodhia GL Kalake mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau kesiapan industri asbuton juga infrastruktur pendukung, seperti pembangunan akses dan pelabuhan, serta tata kelola izin usaha pertambangan (IUP).

"Tujuan kami ke sini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang potensi yang ada di wilayah Buton. Kami datang ke sini karena kami juga ingin memastikan tentang kesiapan fasilitas pendukung, baik infrastruktur maupun sarana prasarana agar nantinya distribusi asbuton bisa berjalan dengan baik," kata Ayodhia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021).

Beberapa titik yang dikunjungi, antara lain lokasi tambang PT Wijaya Karya Bitumen, Pelabuhan Nambo, Pabrik PT Kartika Prima Abadi, dan Pelabuhan Banabungi PT Wika Bitumen. Ayodhia mengatakan sumber daya alam ini merupakan kesempatan yang bisa dikembangkan oleh dalam negeri.

Dia mengatakan, asbuton di Indonesia memiliki potensi yang besar. Sayangnya, saat ini pemenuhan kebutuhan aspal nasional masih didominasi oleh impor karena penggunaan asbuton masih belum maksimal. Di Indonesia sendiri terdapat 16 perusahaan yang bergerak dalam industri asbuton.

Lebih lanjut, Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Wika) Bitumen Sri Mulyono menuturkan, asbuton juga berpotensi untuk mengisi pasar ekspor.

"Selain sebagai penghasil Asbuton untuk kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga berpeluang untuk menjadi negara pengekspor asbuton murni yang setara dengan aspal minyak pada tahun 2024 dengan rencana pengembangan ekspansi pabrik full extraction," ungkap Sri Mulyono.

Simak Video: Perbukitan Aspal Alam yang Luas Pulau Buton

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)