Pemerintah Siapkan Insentif hingga Subsidi EBT buat Pangkas Impor Migas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 12:21 WIB
Panas bumi akan menjadi andalan sumber listrik energi baru terbarukan di Flores. Salah satunya adalah PLTP Sokoria, Ende, Kupang.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Pemerintah tengah berupaya memangkas impor minyak dan gas bumi (migas). Salah satu cara yang ditempuh ialah menggenjot energi baru terbarukan EBT.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya berbicara dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait kemungkinan diberikannya insentif bagi mereka yang membangun infrastruktur EBT. Termasuk, kata dia, kemungkinan adanya subsidi untuk harga EBT tersebut.

"Kita sedang berupaya untuk berbicara dengan Kementerian Keuangan untuk memberikan insentif untuk membangun infrastruktur EBT. Kita juga sedang membuat Rancangan undang-undang EBT untuk memasukkan kemungkinan potensi diberikannya insentif maupun subsidi untuk EBT ini," katanya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Kamis (4/2/2021).

"Termasuk kita sudah menyiapkan Perpesnya juga untuk harga EBT ini yang bisa kita diberikan insentif kalau perlu diberikan subsidi," tambahnya.

Dia bilang, pemerintah juga berkomitmen mengurangi impor dengan pembangunan infrastruktur gas bumi seperti jaringan gas kota.

"Kita juga melihat pemerintah komitmen untuk terus membangun infrastruktur gas bumi untuk mengurangi impor BBM, khususnya untuk jenis LPG pemerintah terus membangun infra jaringan gas kota dengan APBN," ujarnya.

Kemudian, pemerintah juga membiayai ekplorasi panas bumi untuk mengurangi impor. Serta, meluncurkan program kendaraan listrik.

"Juga pemerintah melalui PLN berupaya mengurangi impor bensin dengan me-launching kendaran listrik dicontohkan dengan Kementerian Perhubungan semua kendaraan dinas menggunakan mobil listrik," katanya.

Lihat juga Video "TKN: Jokowi Ingin Efisiensi Penggunaan Energi Fosil dan Genjot EBT":

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)